Wednesday, March 16, 2016

Walhi: Perlu Kebijakan Integral untuk Atasi Sampah Plastik

Butuh gadget baru?

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyatakan pengurangan sampah plastik tidak akan maksimal jika hanya dilakukan dengan kebijakan kantong plastik berbayar. Kebijakan tersebut harus dibarengi dengan kebijakan lainnya. Meskipun dinilai baik, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai kebijakan ini tetap tidak akan efektif untuk mengatasi problem struktural yang sangat akut terkait sampah plastik, jika tidak dilakukan secara integral. 

Menurut Manager Kebijakan dan Pembelaan Hukum Walhi, Muhnur Satyahaprabu, 69% sampah plastik yang ada didominasi oleh sampah plastik domestik sehingga kebijakan yang seharusnya juga digalakkan adalah menekan produksi plastik, bukan hanya mengubah perilaku masyarakat untuk tidak menggunakan kantong plastik. "Mungkin ini akan merubah pola pikiran masyarakat atau memaksa masyarakat untuk menggunakan kantong lain selain kantong plastik tetapi kalau pola produksi perusahaannya masih sama maka ini tidak akan signifikan pengaruhnya. sampah plastik juga didominasi oleh bungkus snack, sabun pokoknya ritel-ritel itulah. Yang begitu harus diubah, kalau itu tidak diubah maka tetap akan banyak," kata Muhnur. 

Tuti Hendrawati Mintarsih menegaskan kebijakan ini akan dievaluasi setiap tiga bulan sekali, untuk melihat apakah ada perubahan dalam perilaku konsumen. "Saya berharap di Indonesia bisa efektif, bahkan di Hongkong itu bisa sampai 76 persen menurunkan penggunaan kantong plastik.Di Amerika bahkan sampai 90 persen. Di Indonesia sudah urgent untuk mengurangi penggunaan kantong plastik tidak ramah lingkungan jadi kita berusaha melakukan sosialisasi besar-besaran biar masyarakat sadar mengurangi penggunaan kantong plastik," papar Tuti.



Selengkapnya : http://www.voaindonesia.com/content/walhi-perlu-kebijakan-integral-soal-sampah-plastik/3202034.html

Sunday, March 13, 2016

Fakta Sampah Plastik

Butuh gadget baru?

* Diperkirakan 6.4 juta ton sampah masuk ke laut setiap tahunnya di seluruh dunia (disadur dari data National Academy of Sciences)
* Perkiraan lainnya juga mengatakan sebanyak 8 juta potong sampah masuk ke laut setiap harinya.
* Lebih dari 80% sampah plastik di seluruh dunia langsung dibuang ke tempat sampah yang akhirnya ke laut tanpa di daur ulang
* 90% dari seluruh sampah di laut adalah plastik
* Lebih dari 1 juta binatang laut mati akibat plastik setiap tahunnya
* Setiap tahun rata-rata orang menghabiskan 700 kantong plastik
* Supermarket di seluruh dunia memberikan lebih dari 17 milyar kantong plastik setiap tahunnya.
* Setiap tahun diperlukan 12 juta barel minyak serta 14 juta pohon untuk membuat semua plastik
* Sampah plastik terbanyak adalah botol dan pembungkus plastik sebanyak 56% dimana 3/4 berasal dari perumahan
* Orang Amerika menggunakan 2.5 juta botol plastik per jam!

Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul. Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk.
Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah ini dibentangkan maka, dapat membukus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat!

Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan gas rumah kaca.



Selengkapnya : https://imaisfree.wordpress.com/fakta-sampah-plastik-2/

Thursday, March 10, 2016

Memilah Sampah Plastik

Butuh gadget baru?

Plastik adalah benda yang menjadi sangat penting dalam kehidupan manusia saat ini. Dalam kehidupan sehari-hari, plastik banyak digunakan diantaranya sebagai pembungkus makanan, minuman, obat-obatan, sabun, deterjen, minyak, dan lain-lain. Kepraktisan dalam penggunaannya menyebabkan plastik menjadi pilihan banyak orang untuk menggunakannya, meski plastik merupakan salah satu benda yang tidak ramah lingkungan karena sulit diurai oleh tanah. Butuh waktu ratusan tahun agar plastik bisa terurai secara alamiah. Dan satu-satunya cara yang paling baik untuk menangani sampah plastik adalah dengan mendaur ulangnya.


Tapi tahukah Anda kalau banyak jenis plastik yang berbahaya bagi kesehatan, khususnya jika digunakan sebagai media pembungkus makanan? Jenis-jenis plastik dapat digolongkan berdasarkan kandungan bahan kimia yang ada pada plastik tersebut dan bahan pembuatannya. Berikut jenis-jenis plastik dan kodenya yang sering kita jumpai sehari-hari.

Selain berbeda manfaat, ternyata plastik-plastik ini juga memiliki perlakuan yang berbeda saat didaur ulang.  Menurut Polin, relawan Tzu Chi yang aktif di depo pelestarian lingkungan Tzu Chi, jenis plastik yang bermacam-macam ini juga memiliki harga yang berbeda-beda saat akan dijual ke pengepul.  “Makanya kita pisahkan dulu berdasarkan jenisnya. Jerigen sendiri, botol plastik sendiri, dan lainnya,” kata Polin, “dari botol plastik itu kita pilah lagi, dari warnanya dan tutupnya dipilah lagi.”  Pemilahan ini sendiri sesuai dengan permintaan dari pihak pembeli dan agar plastik yang diolah kembali tersebut memiliki kualitas, jenis, bahan, dan warna yang sama.

Simbol Atau Kode Jenis Plastik

Selengkapnya : http://www.tzuchi.or.id/ruang-hijau/memilah-sampah-plastik/10

Monday, March 7, 2016

Mengolah Sampah Plastik dengan Air Panas : Aman bagi Kesehatan

Butuh gadget baru?

Sejauh ini, penanganan yang paling praktis dalam pengelolaan sampah yaitu dengan dibakar. Namun, sejumlah ilmuwan Indonesia yang tengah mengenyam pendidikan di Jepang, telah menemukan cara efektif dalam mengelola sampah plastik yang aman baik untuk kesehatan juga lingkungan serta efektif.

Sampah yang dibakar berbahaya untuk kesehatan tubuh, karena sampah dibakar pada suhu rendah sehingga meninggalkan asap putih yang beracun dan berefek sesak nafas. Dari plastik sendiri memiliki senyawa yakni zat dioksin. Hingga kini zat dioksin masih diperdebatkan sumbernya. Namun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya, dioksin berasal dari klorin.

Klorin plastik memiliki persamaan dengan larutan akuatik dari gas hidrogen klorida (HCl), pada garam. Pada umumnya peneliti menyebut dengan plastik Polivinil Klorida (PVC). Namun diakuinya, PVC pada plastik sulit diurai karena menyatu dengan zat lainnya.

Oleh sebab itu, pengelolaan sampah untuk mengurai zat berbahaya plastik yakni menggunakan air panas tanpa perlu dibakar dengan metode hydrothermal. Dengan menggunakan air panas, senyawa klorin akan berubah menjadi garam. Dari proses itu, garam itu dapat dibuang karena larut dalam air sehingga klorin hilang.

Mesin Pengolah Sampah

Selengkapnya : http://www.olahsampah.com/index.php/sampah-dalam-berita/54-mengolah-sampah-plastik-dengan-air-panas-aman-bagi-kesehatan

Saturday, March 5, 2016

CARA PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK YANG RAMAH LINGKUNGAN

Butuh gadget baru?

Cara pengolahan limbah plastik masih menjadi pembahasan hangat dalam setiap pertemuan tentang lingkungan hidup. Dimana limbah plastik merupakan sampah yang tidak bisa diurai oleh tanah. Sehingga akan selalu memiliki ancaman terhadap pencemaran lingkungan. Banyak seminar-seminar yang membahasa tentang betapa seriusnya kekhawatiran tentang limbah plastik ini. Dan harapan kami, generasi yang sekarang dan yang akan datang dapat lebih memahami tentang pengolahan limbah plastik ini.

Ada beberapa ide untuk menangani limbah plastik, yaitu diantaranya :

-Menggunakan tas dari bahan kertas atau dari bahan lainnya untuk berbelanja. Sehingga dapat mengurangi pemakaian plastik di dalam kehidupan sehari-hari.

-Untuk mengurangi dampak limbah plastik, dari pihak pemerintah dan diri pribadi perorangan harus saling menyadari. Pemerintah harus membuat tempat sampah di setiap sisi kota. Dan setiap individu juga harus mempunyai kesadaran tentang membuang sampah. Jangan campur sampah plastik dengan sampah yang bisa di daur ulang. Tempatkan sampah plastik pada tempat sampah yang telah ditentukan. Dan jangan membuang sampah plastik di tempat umum seperti di jalan, di sungai, di selokan, di parit, dan dimana sampah itu akan sangat berpotensi  buruk bagi lingkungan.


Selengkapnya : http://www.wirasejati.com/2015/01/cara-pengolahan-limbah-plastik-yang-ramah-lingkungan.html

Thursday, March 3, 2016

Ngeri, Pada 2050 Jumlah Plastik di Lautan Melampaui Ikan..

Butuh gadget baru?

Pelaut kawakan Inggris, Ellen MacArthur telah menjelajahi lautan seumur hidupnya. Kini, perempuan yang mendapat gelar kehormatan 'Dame' dari Kerajaan Inggris itu memperingatkan bahwa pada 2050 di laut bakal ditemukan lebih banyak plastik dibanding ikan.

Menurut laporan dari yayasan yang ia bentuk-- Ellen MacArthur Foundation-- yang dikeluarkan di World Economic Forum pada Selasa, 19 Januari lalu, konsumsi plastik mencapai 20 persen lebih tinggi daripada industri minyak dalam 35 tahun mendatang.

"Jika dihitung, di lautan akan ada 1 ton plastik untuk tiap 3 ton ikan pada 2025, dan pada 2050 akan lebih banyak plastik dibanding ikan."

Sebuah plastik daur ulang bisa saja terurai di lautan terutama di air hangat, namun proses pembebasan kimia beracun bisa saja termakan oleh ikan dan akan berakhir di mata rantai makanan manusia.

Selengkapnya : http://global.liputan6.com/read/2416451/ngeri-pada-2050-jumlah-plastik-di-lautan-melampaui-ikan

Monday, February 29, 2016

Indonesia Penyumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua Dunia

Butuh gadget baru?

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menilai persoalan sampah sudah meresahkan. Indonesia bahkan masuk dalam peringkat kedua di dunia sebagai penghasil sampah plastik ke Laut setelah Tiongkok. 

Hal itu berkaitan dengan data dari KLHK yang menyebut plastik hasil dari 100 toko atau anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dalam waktu satu tahun saja, sudah mencapai 10,95 juta lembar sampah kantong plastik. 

Berdasarkan data Jambeck (2015), Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton.

Berada di urutan ketiga adalah Filipina yang menghasilkan sampah plastik ke laut mencapai 83,4 juta ton, diikuti Vietnam yang mencapai 55,9 juta ton, dan Sri Lanka yang mencapai 14,6 juta ton per tahun.

Lebih dari satu juta kantong plastik digunakan setiap menitnya, dan 50 persen dari kantong plastik tersebut dipakai hanya sekali lalu langsung dibuang. Dari angka tersebut, menurut Tuti, hanya lima persen yang benar-benar di daur ulang.



Selengkapnya : http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160222182308-277-112685/indonesia-penyumbang-sampah-plastik-terbesar-ke-dua-dunia/