Wednesday, June 15, 2016

Hebatnya Sampah Plastik Negeriku

Butuh gadget baru?

Bagaimana tidak hebat?? Lha wong budaya nyampah sudah membuat generasi muda kami lupa akan sejarah. Betul sekali, sejarah banjir setiap tahun yang selalu terjadi. Banyak korban.. mulai dari harta, nyawa.. Semua berawal dari kebodohan kami sendiri. Semisal dari balita kami sudah diajari untuk tidak membuang sampah sembarangan, tentu mulai sekarang pelajaran itu sudah otomatis kami lakukan. Tidak perlu ada rambu atau aturan yang mengikat, secara kami sudah sadar akan dampak buruknya. 



Namun, banyak dari kami yang mulai dari balita sudah dijejali dengan pembelajaran balistung. Membaca - Menulis - Berhitung - 3 hal tersebut tidak membuat mental kami menjadi kuat dan sadar akan prioritas kebersihan. Sampah hanya menjadi nomor sekian sekian dari yang kesekian. Aneh bukan ? Kemampuan akademis tidak mendukung prestasi untuk menyelamatkan hajat hidup orang banyak. Justru malah saling sikut dan mengkambing hitamkan pihak lainnya..

Mari Peduli..  

Tuesday, May 24, 2016

Pulau Sampah Pasifik

Butuh gadget baru?

Serem.. Atau lebih tepatnya mengerikan. Produksi sampah berlebihan dari banyak negara berkumpul dan berserakan di lautan.. Banyak sampah mengapung dan kemudian berkumpul menjadi satu bagian. 

Pulau sampah yang biasa disebut Great Pacific Garbage Patch itu berada di antara Hawaii dan California. Terdiri dari lumpur dan sampah laut yang berputar dalam pusaran arus di Pasifik Utara. Ilmuwan percaya bahwa terdapat empat pusaran sampah yakni di Samudra Hindia, Atlantik Utara, Atlantik Selatan, dan Pasifik Selatan. 


The Great Pacific Garbage Patch, dikatakan sebagai  Sampah Vortex Pasifik, yang merupakan  pilin dari sampah laut di tengah Samudera Pasifik Utara (North Pacific Gyre) terletak kira-kira antara 135 ° sampai 155 ° W dan 35 ° ke 42 ° N .  Sampah meluas sampai ke sebuah wilayah yang sangat luas, dengan perkiraan mulai dari daerah ukuran negara bagian Texas untuk satu lebih besar dari daratan Amerika Serikat, namun ukuran yang tepat tidak diketahui. Hal ini dapat dihubungkan dengan fakta bahwa tidak ada yang spesifik standar untuk menentukan batas-batas antara "normal" dan "tingginya" tingkat polusi dan apa yang merupakan bagian dari sampah itu sendiri.

Masihkah kita tutup mata dan cuek terhadap kondisi bumi ini? Sadarlah.. Wahai manusia!!

Source : 
- http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/09/mengkhawatirkan-pulau-sampah-ancam-ekosistem-laut
- http://www.gadis.co.id/Aksi/Tumpukan+Sampah+di+Samudera+Pasifik
- http://xnews-hawkson-blogmisteri.blogspot.co.id/2010/09/intermezzo-sekilas-mengenai-great.html

Tuesday, May 10, 2016

Nyampah Plastik Is Danger

Butuh gadget baru?

Plastik dimana-mana.. Plastik bikin nagih, membuat kita kecanduan untuk memakai dan memakai terus-menerus. Melepaskan diri dari jerat plastik sangat menyulitkan. Dan tentu saja bahaya dari peredaran plastik ini. Mari kita waspada!!

-Peredaran plastik dan penggunanya
Rata-rata setiap orang di Amerika dan Eropa menggunakan sekitar 100 kg plastik per tahun. Sementara di Asia rata-rata setiap orang menggunakan sekitar 20 kg per tahun. Jumlah ini diperkirakan akan bertambah jadi 140 kg tiap orang di tahun 2015 dan selanjutnya.

-Plastik itu racun
Banyak hewan-hewan laut menelan sisa-sisa plastik karena mengira itu makanan. Albatrose sering mengira plastik adalah cumi-cumi. Sementara kura-kura sering menelan plastik karena mereka kira itu ubur-ubur. Akibat menelan plastik mereka mati karena plastik menyumbat di saluran pencernaan. Green Peace menyatakan sekitar 267 binatang laut mati karena salah pencernaan, dan 90% akibat menelan sisa-sisa plastik.

-Kantong plastik more danger
Karena mudah didapat, kantong plastik cepat beredar ke segala penjuru daratan. Dan lalu, tidak hanya karena dia membuat sampah di daratan tapi juga menyebabkan banjir karena sering menyumbat di pipa saluran air dan pembuangan.

-Botol plastik sama saja
Rata-rata setiap orang menggunakan sekitar 168 botol plastik setiap tahunnya. Setiap hari 100 juta botol plastik digunakan di seluruh dunia. Sekitar 86% botol plastik yang ada masih belum di-recycle dan ada sekitar 1500 botol berakhir di lautan setiap detiknya!


-The Great Pacific Garbage Patch
Ini merupakan kumpulan sampah yang membentuk semacam pulau-pulau kecil di lautan Pasifik. Jumlahnya ada beberapa dan setiap kumpulan itu terdiri dari sampah yang mengapung.Lagi-lagi sampah yang paling banyak adalah sampah plastik. Ukuran luas tiap 'pulau' sampah ini berbeda-beda. Ukurannya berkisar 700.000 kilo meter persegi hingga 15.000.000 kilo meter persegi. Ada beberapa yang memperkirakan kalau luasnya kalau gabung, menjadi dua kali luas Amerika serikat. Serem ya!

Solusi terbaik, adalah dari kita sendiri.. Kurangi ketergantungan terhadap plastik dan produk-produknya. Terutama kantong plastik, gantilah dengan tas kain. Karena tas kain paling cepat akan rusak selama 6 minggu. Ini berarti kita sudah mengurangi penggunaan kantong plastik sebanyak 24 buah, 288 buah setahun dan sekitar 22.176 dari rata-rata umur manusia. Beberapa negara sudah mengenakan pajak untuk penggunaan kantong plastik. Ini dimulai oleh Irlandia tahun 2002. Dengan cara ini mereka sudah mengurangi penggunaan kantong plastik sebanyak 90%.

Dan jangan lupa.. BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPAT SAMPAH YANG DISEDIAKAN, JANGAN BUANG SEMBARANGAN!!

restory from : http://kawankumagz.com/Love-And-Life/Life/9-Bahaya-Sampah-Plastik

Wednesday, May 4, 2016

Ingin Membuat Bunga Plastik Sendiri?

Butuh gadget baru?

Memiliki bunga plastik hias di dalam rumah memang menyenangkan. Akan tetapi bunga plastik tak harus diperoleh dengan cara membeli. Bagi mereka yang kreatif, mereka akan lebih memilih untuk membuat bunga plastiknya sendiri. 

Selain lebih bebas dalam menghasilkan bunga yang sesuai keinginan, cara ini juga cukup menghemat uang, terlebih jika bahan-bahan yang digunakan adalah bahan-bahan bekas. Bagi yang tertarik membuat bunga hias sendiri, berikut ini cara membuat bunga mawar plastik dari kantong plastik.


Siapkan Alat-Alat dan Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
Sebelum mulai membuat bunga mawar dari kantong plastik, sebelumnya siapkan terlebih terlebih dahulu alat-alat dan bahan-bahan yang dibutuhkan. Alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat bunga plastik diantaranya adalah gunting dan vas bunga. Sedangkan untuk bahan-bahannya, siapkan kantung plastik berwarna merah dan hijau, lidi atau kawat besi dan benang. Di sini pastikan untuk memilih kantong plastik yang tebal. Ini dilakukan untuk memudahkan proses pembuatan bunga plastik.

Membuat Pola Bunga Plastik
Setelah semua alat dan bahan yang dibutuhkan tersedia, bentangkan kantong plastik dan lipat beberapa kali agar lebih mudah dipotong. Gambar pola pada kantong plastik tersebut.

Berikutnya, gunting kantong plastik memanjang dengan lebar 4 sampai 5 cm. Potong kantong plastik tersebut menjadi beberapa bagian dan bentuk polanya. Setelah itu, lipat potongan-potongan pola tersebut. Agar lebih mudah, sebaiknya gunakan kantong plastik yang cukup tebal.


Menyatukan Pola yang telah Dibuat
Kini pola bunga plastik sudah jadi. Yang perlu dilakukan selanjutnya adalah menyatukan pola-pola tersebut. Caranya cukup mudah. Gunakan benang untuk menyatukan semua pola tersebut.

Untuk memudahkan proses tersebut, gunakan jarum yang telah diikat benang untuk menyatukan semua pola bunga plastik secara bersilangan. Satukan pola-pola tersebut hingga mencapai panjang yang diinginkan. Selanjutnya, ikat kedua ujung benang.


Merangkai Ikatan Pola menjadi Bunga
Pola-pola bunga plastik telah selesai disatukan. Selanjutnya, kini tiba saatnya untuk menyusun ikatan-ikatan tersebut sehingga lebih berbentuk.

Diperlukan sentuhan artistik agar ikatan-ikatan pola tersebut tampak lebih hidup. Caranya adalah dengan melengkungkan kelopak yang terletak pada sisi paling atas sehingga tercipta bentuk yang menyerupai kuncup bunga. Lakukan cara yang sama pada bunga-bunga lainnya. Jangan lupa juga untuk merapikan susunan bunga tersebut.

Setelah mendapatkan beberapa bunga, selanjutnya tinggal disatukan dengan lidi atau kawat sebagai batangnya. Tambahkan pemanis berupa daun pada bagian sisinya. Selanjutnya, tinggal dimasukkan ke dalam vas bunga yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Kini bunga yang terbuat dari kantong plastik telah selesai dibuat. Bunga dari plastik buatan sendiri tersebut dapat ditempatkan dimana saja sesuai dengan keinginan. 

Bisa diletakkan di atas meja ruang tamu atau bahkan di meja kamar tidur. Kebebasan tersebut sepenuhnya menjadi milik sang pemilik rumah. Cara membuat bunga plastik ini juga bisa diadopsi untuk membuat bunga plastik jenis lain. Misalnya saja bunga plastik anggrek atau teratai. Akan tetapi, diperlukan penyesuaian pada pola.

Warna kantong plastik yang dipilih hendaknya juga disesuaikan dengan warna bunga yang sesungguhnya. Dengan mengetahui cara membuat bunga dari plastik, siapapun juga bisa memanfaatkan kemampuan ini untuk berwirausaha. Namun tentu saja, dibutuhkan kreativitas dan banyak percobaan agar bunga yang dibuat terlihat lebih menarik hati calon pembelinya.

Selengkapnya : http://dariplastik.com/cara-membuat-bunga-plastik/

Saturday, April 30, 2016

Bahaya Sampah Plastik Bagi Kesehatan

Butuh gadget baru?

Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu kita bisa hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A. Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.Plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.

Kantong plastik kresek berwarna terutama yang hitam kebanyakan merupakan produk daur ulang. Karena itu konsumen diharapkan berhati-hati dan tidak digunakan kantung plastik untuk mewadahi makanan. Dalam proses daur ulang tersebut juga ditambahkan berbagai bahan kimia yang menambah dampak bahaya bagi kesehatan. Disarankan agar masyarakat tidak menggunakan kantung plastik kresek warna hitam atau daur ulang untuk mewadahi langsung makanan siap santap. Menurut JECFA-FAO/WHO monomer stiren tidak mengakibatkan gangguan kesehatan jika residunya tidak melebihi 5.000 bagian per juta.

Meski demikian, masyarakat dihimbau agar tidak menggunakan kemasan styrofoam dalam microwave, tidak menggunakan kemasan styrofoam yang rusak atau berubah bentuk untuk mewadahi makanan berminyak/berlemak apalagi dalam keadaan panas.Sementara itu, hasil pengawasan BPOM terhadap kemasan makanan yang terbuat dari plastik polivinil klorida (PVC) menunjukkan bahwa monomer vinil klorida (VCM) yang tidak ikut bereaksi dapat terlepas ke dalam makanan terutama yang berminyak/berlemak atau mengandung alkohol terlebih dalam keadaan panas.Dalam pembuatan PVC ditambahkan penstabil seperti senyawa timbal (Pb), kadmium (Cd), timah putih (Sn) atau lainnya, untuk mencegah kerusakan PVC. Kadang-kadang agar lentur atau fleksibel ditambahkan senyawa ester flalat, ester adipat. Residu VCM terbukti mengakibatkan kanker hati, senyawa Pb merupakan racun bagi ginjal dan saraf, senyawa Cd merupakan racun bagi ginjal dan dapat mengakibatkan kaker paru-paru.



• Upaya Penanggulangan Limbah Plastik
1. Daur Ulang
Penanganan limbah plastik yang paling ideal adalah dengan mendaur ulang. Akan tetapi, hal itu tampaknya tidak mudah dijalankan. Proses daur ulang melalui tahap-tahap pengumpulan, pemisahan (sortir), pelelehan, dan pembentukan ulang. Tahapan paling sulit adalah pengumpulan dan pemisahan. Kedua tahapan ini akan lebih mudah dilakukan jika masyarakat dengan disiplin ikut berpartisipasi, yaitu ketika membuang sampah plastik. Dewasa ini, plastik yang cukup banyak didaur ulang adalah jenis HDPE dan botol-botol plastik.

2. Incinerasi
Cara lain untuk mengatasi limbah plastik adalah dengan membakarnya pada suhu tinggi (incinerasi). Limbah plastik mempunyai nilai kalor yang tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai sumber tenaga untuk pembangkit listrik. Beberapa pembangkit listrik menggunakan batu bara yang dicampur dengan beberapa persen ban bekas. Akan tetapi, pembakaran sebenarnya menimbulkan masalah baru, yaitu pencemaran udara. Pembakaran plastik seperti PVC menghasilkan gas HCl yang bersifat korosif. Pembakaran ban bekas menghasilkan asap hitam yang sangat pekat dan gas-gas yang bersifat korosif. Gas-gas korosif ini membuat incinerator cepat terkorosi. Polusi yang paling serius adalah dibebaskannya gas dioksin yang sangat beracun pada pembakaran senyawa yang mengandung klorin seperti PVC. Untuk itu, pembakaran harus dilakukan dengan pengontrolan yang baik untuk mengurangi polusi udara.

3. Plastik Biodegradable
Sekitar separo dari penggunaan plastik adalah untuk kemasan. Oleh karena itu, sangat baik jika dapat dibuat plastik yang bio- atau fotodegradable. Hal itu telah diupayakan dan telah dipasarkan. Kebanyakan plastik biodegradable berbahan dasar zat tepung. Sayangnya, plastik jenis ini lebih mahal dan kelihatannya masyarakat enggan untuk membayar lebih.

Untuk mengurangi pencemaran plastik :
-Kurangi penggunaan plastik 
-Sampah plastik harus dipisahkan dengan sampah organik, sehingga dapat didaur ulang.
-Jangan membuang sampah plastik sembarangan. 
-Sampah plastik jangan dibakar.

Untuk menghindari bahaya keracunan akibat penggunaan plastik :
-Gunakan kemasan makanan yang lebih aman, seperti kaca. 
-Gunakan penciuman, jika makanan/minumam bau plastik jangan dikonsumsi.
-Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahanpolycarbonate, cobalah pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca,po lyethylene, ataupolypropylene. Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, polypropylene, ataupolyethylene. Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot berbahanlatex.
-Janganlah menyimpan air minum atau pun makanan dalam keadaan panas.
-Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum. Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2), tidak dapat dicegah, gunakanlah hanya sekali pakai dan segera dihabiskan karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu. Bahan alternative yang dapat digunakan adalah botol stainless steel atau kaca.
-Cegahlah memanaskan makanan yang dikemas dalam plastik, khususnya pada microwave oven, yang dapat mengakibatkan zat kimia yang terdapat pada plastik tersebut terlepas dan bereaksi dengan makanan lebih cepat. Hal ini pun dapat terjadi bila kemasan plastik digunakan untuk mengemas makanan berminyak atau berlemak.
-Bungkuslah terlebih dahulu makanan dengan daun pisang atau kertas.

Source : http://salsabilapinrang.blogspot.co.id/2013/05/tugas-individu-kimia-cara.html

Tuesday, April 26, 2016

Penggunaan Shrilk Sebagai Alternatif Bioplastik Terkuat di Dunia

Butuh gadget baru?

Plastik selalu menjadi sumber kegunaan sekaligus menjadi masalah bagi masyarakat. Hal ini disebabkan oleh karena bahan material ini biasanya digunakan untuk membawa keperluan manusia hingga menjadi tempat sampah sementara juga. 

Karena kegunaannya yang banyak, maka dari itu banyak sekali plastik yang diproduksi setiap harinya. Yang mengakibatkan pada bertumpuknya sampah-sampah plastik di berbagai tempat. Apalagi yang membuat plastik menjadi “musuh:” masyarakat adalah karena bahan material ini baru akan lebur dengan jangka waktu yang sangat lama (mencapai ratusan tahun).

Karena kegunaannya yang banyak, dan tingkat permintaannya yang selalu besar. Maka dari itu banyak sekali plastik yang diproduksi setiap harinya. Yang mengakibatkan pada bertumpuknya sampah-sampah plastik di berbagai tempat. Apalagi yang membuat plastik menjadi musuh bagi orang banyak adalah sifatnya yang sangat sulit terurai. Membutuhkan waktu ratusan tahun untuk dapat mengurai plastik.

Pemanfaatan dari Shrilk ini banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada replika balon botol, atau juga untuk balon pantai yang biasa digunakan dalam permainan maupun olahraga di pantai. Untuk bahan plastik lainnya ada juga cable ties sebagai bagian dari perlengkapan keamanan permainan balon pantai.

Para ilmuwan saat ini tidak hanya mencari referensi melalui tumbuh-tumbuhan yang biasanya dijadikan bahan penelitian tetapi saat ini mereka juga sudah mulai mencoba melakukan penelitian melalui binatang. Selain dari udang, para ilmuwan baru-baru ini melakukan penelitian terhadap serangga.


Baru-baru ini para ilmuwan di Wyss Institute for Biologically Inspired Engineering di Harvard University telah berhasil menemukan sebuah material bioplastik yang sangat kuat. Bahannya tidak berasal dari senyawa-senyaawa kimiawi namun berasal dari laba-laba dan udang. Bagian yang diambil sebagai bahan dasar pembuatan bioplastik ini adalah benang dan cangkang udang. Kedua bahan material inilah mengandung fibro protein yang mampu bertahan terhadap reaksi kimiawi. Bahan material yang satu ini dianggap memiliki daya tahan yang sangat tinggi sesuai dengan kebutuhannya.

Menurut para ilmuwan yang bekerja disana mengatakan bahwa material bioplastik yang berhasil mereka ciptakan memiliki kekuatan dan ketangguhan yang sangat baik dan layak disejajarkan dengan aluminium alloy. Bahkan berat Shrilk juga lebih ringan jika dibandingkan dengan aluminium alloy. 

Perbandingannya mencapai separuh berat alumunium alloy. Yang menjadi poin positif dari penemuan ini adalah walaupun Shrilk memiliki kekuatan yang sama dengan alumunium alloy tetapi Shrilk mempunyai kelebihan lain yaitu sifatnya yang lebih elastis. Kelenturan yang dimiliki oleh Shrilk didapatkan hanya dengan proses pengaturan kadar air saat pencampuran bahan material Shrilk dilakukan. Shrilk Adalah Alternatif Bioplastik Terkuat di Dunia.

Tidak hanya untuk keperluan sebagai bahan dasar bioplastik, material baru tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk aplikasi dalam bidang kesehatan, seperti benang yang umum digunakan untuk menjahit luka, tetapi memiliki kekuatan yang jauh lebih besar, serta penutup luka untuk memberikan kulit beregenerasi kembali.

Source : http://dariplastik.com/shrilk-adalah-alternatif-bioplastik-terkuat/

Friday, April 22, 2016

Mengolah Sampah Menjadi Uang

Butuh gadget baru?

Pengolahan sampah yang efektif adalah sinergi dari semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah. Hal ini untuk mengurangi permasalahan sampah yang kian menggunung serta keterbatasan ruang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Berbagai cara pun dilakukan, mulai dari penghematan hingga daur ulang, tapi tetap saja sampah menggunung.

Ada usaha alternatif dan kreatif yang bisa sedikit mengurangi  persoalan sampah.  Ide ini muncul dari bagaimana mengolah sampah agar menjadi uang. Ingin tahu caranya? Gugun Gunawan, penyusun buku Mengolah Sampah Jadi Uang, melirik persoalan sampah ini menjadi celah usaha yang menguntungkan.

Sistem mengolah yang biasa dilakukan ada empat macam, antara lain: reduce, reuse, recycle, serta replace. Dalam bukunya, Gugun mencoba mengenalkan prinsip recycle dengan tujuan yang bermanfaat. Lewat prinsip ini, sebisa mungkin, barang-barang yang sudah tidak berguna didaur ulang lagi. Walaupun tidak semua barang bisa didaur ulang, tetapi sudah banyak industri informal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.



Mengolah sampah plastik adalah sebuah harga mutlak, karena plastik tidak bisa diuraikan oleh tanah. Hal ini bisa mengurangi krisis sampah plastik. Salah satunya adalah mengolah sampah plastik menjadi biji plastik sehingga bisa dimanfaatkan kembali. Secara khusus Gugun, memberikan gambaran soal perkiraan modal, pembiayaan, serta cara mengolahan sampah plastik menjadi suvenir pernikahan.

Gugun juga mendeskripsikan kemungkinkan berkembangnya usaha pengepulan sampah. Dalam bisnis ini, biasanya dikhususkan seusai jenis sampah. Maka kita bisa mengenal adanya bandar plastik, bandar kertas, sampah plastic, botol, atau rongsokan besi. Omset pengepulan sampah ini cukup besar, yaitu Rp25.000.000,- hingga Rp30.000.000,- 

Selengkapnya : http://transmediapustaka.com/15-books/management/61-mengolah-sampah-menjadi-uang

Monday, April 18, 2016

Serba-Serbi Bank Sampah

Butuh gadget baru?

Salah satu tujuan didirikannya bank sampah  adalah untuk mengurangi sampah  rumah tangga yang dibuang ke TPS (Tempat Pembuangan Sementara). Hampir  60% dari sampah yang ada di TPS berasal dari sampah rumah tangga. Dengan adanya bank sampah, warga juga dididik untuk memilah sampah. Sampah organik diolah untuk menjadi kompos dan sampah anorganik bisa ditabung di bank sampah.

Seba-serbi bank sampah  yang unik adalah bahwa bank ini layaknya sebuah bank, juga memiliki nasabah. Nasabah yang datang membawa sampah anorganik  yang sudah mereka pilah-pilah. Ada yang membawa kardus, botol plastik, gelas plastik, koran, dan majalah. Sampah-sampah tersebut kemudian ditimbang dan dicatat beratnya di buku tabungan mereka masing-masing. Saldo mereka adalah jumlah berat sampah yang sudah dikumpulkan. Biasanya, mereka akan mencairkan dananya jika uang yang terkumpul sudah lumayan banyak.

Berapa ya, harga sampah-sampah itu? Ternyata harganya beragam, tergantung dari bahan dan kondisinya. Jika sudah dipilah dalam keadaan bersih, harganya akan semakin tinggi. Sebagai contoh, sampah gelas plastik kotor bekas kemasan air mineral dihargai Rp 2.000,-/ kg sedangkan yang sudah bersih dihargai Rp 3.000,-/ kg.

Sampah-sampah yang sudah terkumpul di bank sampah ini, nantinya akan dijual ke pengepul sampah. Dalam hal ini diterapkan sistem lelang, pengepul yang memberikan harga tertinggi yang akan dipilih. Beberapa sampah plastik yang tidak dijual ke pengepul bisa dikreasikan oleh ibu-ibu warga sekitar menjadi sebuah kerajinan tangan yang indah dan unik. Kerajinan tangan tersebut dijual saat ada kunjungan atau pameran.


Bank Sampah merupakan salah satu alternatif mengajak warga untuk peduli dengan sampah dan permasalahannya. Bank sampah merupakan sebuah sistem pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, dengan memberikan imbalan berupa uang tunai ataupun voucher kepada warga yang memilah dan menyetorkan sejumlah sampah.

Bank sampah dalam pelaksanaanya dapat mengurangi tingginya angka sampah di masyarakat dan di tempat pembuangan akhir (TPA), dengan begitu volume sampah yang ada di masyarakat dan TPA dapat berkurang.

Pengelolaan Bank Sampah juga mengikuti kaidah-kaidah yang terdapat dalam Undang-undang nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, bahwa prinsip dalam mengelola sampah adalah reduce, reuse dan recycle (3R).

Selengkapnya : 

- http://girls.kidnesia.com/Girls/Cerdas/Berbagi-Pengetahuan/Serba-Serbi-Bank-Sampah
- http://www.pojoksamber.com/serba-serbi-bank-sampah/

Thursday, April 14, 2016

Beberapa Cara Mengolah Sampah

Butuh gadget baru?

Bagaimana cara-cara pengolahan sampah yang baik agar tidak menggangu kesehatan masyarakat?

Sampah erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat karena sampah merupakan tempat kehidupan berbagai mikroorganisme penyebab penyakit (bakteri patogen) dan juga serangga sebagai pemindah dan penyebar penyakit (vektor). Oleh sebab itu sampah harus dikelola dengan baik agar tidak mengganggu atau mengancam kesehatan masyarakat.

Cara-cara pengelolaan sampah antara lain sebagai berikut :

1. Pengumpulan dan Pengangkutan Sampah. Pengumpulan sampah menjadi tanggung jawab dari masing-masing rumah tangga atau institusi yang menghasilkan sampah. Oleh sebab itu, mereka ini harus membangun atau mengadakan tempat khusus untuk mengumpulkan sampah. Kemudian dari masing-masing tempat pengumpulan sampah tersebut harus
diangkut ke tempat penampungan sementara (TPS) sampah, selanjutnya ke tempat penampungan akhir (TPA). Mekanisme, sistem, atau cara pengangkutannya untuk daerah perkotaan adalah tanggung jawab pemerintah daerah setempat yang didukung oleh partisipasi masyarakat
produksi sampah, khususnya dalam hal pendanaan. Sedangkan untuk daerah pedesaan pada umumnya sampah dapat dikelola oleh masing-masing keluarga tanpa memerlukan TPS maupun TPA. Sampah rumah tangga daerah pedesaan umumnya didaur ulang menjadi pupuk.

2. Pemusnahan dan Pengolahan Sampah. 
Pemusnahan dan/atau pengolahan sampah padat ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain sebagai berikut :
(1) ditanam (landfill) yaitu pemusnahan sampah dengan membuat lubang ditanah kemudian sampah dimasukkan dan ditimbun dengan tanah.
     
(2) dibakar (inceneration) yaitu memusnahkan sampah dengan jalan membakar didalam tungku pembakaran (incenerator).
   
(3) dijadikan pupuk (composting) yaitu pengolahan sampah menjadi pupuk (kompos), khususnya untuk sampah organik daun-daunan, sisa makanan, dan sampah lain yang dapat membusuk. Di daerah pedesaan hal ini sudah biasa sedangkan di daerah perkotaan hal ini perlu dibudayakan. Apabila setiap rumahtangga dibiasakan untuk memisahkan sampah organik dengan anorganik kemudian sampah organik diolah menjadi pupuk tanaman, dapat dijual atau dipakai sendiri. Sedangkan sampah anorganik dibuang dan akan segera dipungut oleh para pemulung. Dengan demikian masalah sampah akan berkurang


Pengelolaan sampah merupakan proses yang diperlukan dengan dua tujuan :

1. mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis, atau
2. mengolah sampah agar menjadi material yang tidak membahayakan bagi lingkungan hidup.

Terdapat perbedaan tentang pengelolaan sampah, tergantung dari jenis sampah itu sendiri.
Cara-cara pengelolaan sampah
1. Daur-ulang
2. Pengkomposan
3. Pengurugan sampah

Manfaat pengelolaan sampah
1. Penghematan sumber daya alam
2. Penghematan energi
3. Penghematan lahan TPA
4. Lingkungan asri (bersih, sehat, nyaman)

Bencana sampah yang tidak dikelola dengan baik
1. Longsor tumpukan sampah : Longsor sampah Leuwigajah
2. Sumber penyakit

3. Pencemaran lingkungan
Sampah terdiri dari dua bagian, yaitu bagian organik dan anorganik. Rata-rata persentase bahan organik sampah mencapai ± 80%, sehingga pengomposan merupakan alternatif penanganan yang sesuai. Pengomposan dapat mengendalikan bahaya pencemaran yang mungkin terjadi dan menghasilkan keuntungan. Pengomposan merupakan penguraian dan pemantapan bahanbahan organik secara biologis dalam temperatur thermophilic (suhu tinggi) dengan hasil akhir berupa bahan yang cukup bagus untuk diaplikasikan ke tanah. Pengomposan dapat dilakukan secara bersih dan tanpa menghasilkan kegaduhan di dalam maupun di luar ruangan.

Selengkapnya : http://kumpulanpertanyaanpenting.blogspot.co.id/2014/11/bagaimana-cara-cara-pengolahan-sampah-yang-baik-agar-tidak-menggangu-kesehatan-masyarakat.html

Sunday, April 10, 2016

Rahasia Sukses Pengolahan Sampah di Jepang

Butuh gadget baru?

Dari beberapa hal tersebut, setidaknya terdapat tiga rahasia sukses Jepang dalam penanganan sampah rumah tangga. Pertama, tingginya prioritas masyarakat pada program daur ulang. Hampir semua orang Jepang paham mengenai pentingnya pengelolaan sampah daur ulang.

Untuk membangun kesadaran itu, kelompok masyarakat seperti “chonaikai” melakukan aksi-aksi kampanye kepedulian lingkungan di berbagai lapisan masyarakat. Beberapa sukarelawan ada yang secara aktif turun ke perumahan untuk memonitor pembuangan sampah, dan berdialog dengan warga tentang cara penanganan sampah.

Kedua, munculnya  tekanan sosial dari masyarakat Jepang apabila kita tidak membuang sampah pada tempat dan jenisnya. Rasa malu menjadi kunci efektivitas penanganan sampah di Jepang.

Saya pernah melihat orang Jepang yang sedang mabuk di kereta sambil memegang botol bir. Saya mengikuti saat ia keluar dari kereta. Dia celingak celinguk mencari tempat sampah. Menariknya, dalam keadaan mabuk, ia masih membuang sampah, bukan hanya di tempatnya, namun bisa memilih tempat sampah daur ulang khusus botol dan kaleng.

Dari kejadian itu saya berpikir bahwa kebiasaan membuang sampah, selain juga karena dibangun rasa malu, juga telah masuk ke alam bawah sadar mereka.

Ketiga, program edukasi yang masif dan agresif dilakukan sejak dini. Anak-anak di Jepang, sejak kelas 3 SD sudah dilatih cara membuang sampah sesuai dengan jenisnya. Hal tersebut membangun kultur buang sampah yang mampu tertanam di alam bawah sadar. Membuang sampah sesuai jenis sudah menjadi “habit”.

Awalnya dulu, resistensi sempat muncul dari beberapa kalangan mengenai perubahan cara membuang sampah ini. Banyak warga, khususnya orang-orang tua, yang memprotes cara baru penanganan sampah, karena dianggap merepotkan. Namun dengan penjelasan dan informasi yang terus menerus mengenai manfaat dari pembuangan sampah, resistensi itu berkurang dengan sendirinya.



Langkah lainnya adalah dengan membuat program edukasi bagi setiap elemen masyarakat. Berbagai brosur dan informasi dibuat untuk anak-anak sekolah sehingga kebiasaan membuang sampah terbentuk sejak kecil. Di sisi lain para orang tua juga harus memberi contoh. Hal ini sangat penting, karena anak-anak meniru apa yang dilakukan orang tua.

Dengan berbagai hal tersebut, pada akhirnya nanti pemerintah mau tak mau akan mendukung gerakan peduli lingkungan. Dan bila demikian halnya, Undang-undang dibuat bukan untuk mengatur, namun hanya meng-amin-i saja realita yang sudah terjadi di masyarakat.

Tak heran, makin maju suatu negara, makin sedikit peraturannya. Di Jepang, saya jarang sekali melihat tulisan “Buanglah Sampah Pada Tempatnya” atau “Dilarang Buang Sampah”. Karena tanpa tulisan itu-pun, masyarakat sudah membuang sampah di tempatnya.

Selengkapnya : http://www.olahsampah.com/index.php/manajemen-sampah/39-rahasia-sukses-pengolahan-sampah-di-jepang

Friday, April 8, 2016

Dampak Buruk Membakar Sampah Plastik

Butuh gadget baru?

Plastik sudah jadi sisi dari kehidupan kita keseharian. Tanpa ada kita sadari, kita sering memakai kantong plastik, botol minuman plastik, dan benda-benda yang terbuat dari plastik yang lain. Hal semacam ini mengakibatkan jumlah sampah plastik di lingkungan kita makin bertambah dari hari ke hari. Diperlukan saat yang begitu lama untuk mengurai sampah plastik dengan cara alami, hingga seringkali orang-orang kita yang melenyapkan sampah plastik lewat cara membakarnya.


Lalu, apakah hal itu aman? Apa dampak membakar sampah plastik pada kesehatan? Nyatanya membakar plastik begitu beresiko untuk kesehatan. Saat kita membakar plastik, tanpa ada kita sadari berlangsung pelepasan zat-zat beresiko ke hawa seperti karbon monoksida, dioksin dan furan, volatil, dan partikel yang lain. Beberapa zat itu begitu riskan untuk badan kita.

Tersebut bakal di jabarkan efek kesehatan dari semasing zat yang dihasilkan dari pembakaran sampah plastik :

Karbon monoksida
Karbon monoksida adalah satu diantara type zat yang begitu beresiko apabila terhirup dalam jumlah banyak. Karbon monoksida mengakibatkan pusing serta sakit kepala. Diluar itu, karbon monoksida bisa menyebabkan masalah pandangan dan penurunan kesadaran.

Dioksin dan furan
Ke-2 zat ini sudah dapat dibuktikan bisa menyebabkan kanker. Zat ini dapat juga mengakibatkan kecatatan janin bila dihirup oleh ibu hamil. Salain itu, dioksin serta furan bisa memengaruhi sistem reproduksi dan hormon pada badan seperti mempercepat pubertas pada anak wanita dan tingkatkan resiko kanker testis pada lelaki. Peneliti sudah lakukan penelitian tentang efek dioksin pada burung. Akhirnya tunjukkan kalau dioksin bisa merubah tingkah laku seksual burung jantan jadi betina. Mungkin saja ini dapat juga berlangsung pada manusia meskipun hal semacam ini butuh di teliti lebih mendalam.

Volatil
Zat ini ini bisa mengakibatkan beragam permasalahan dari mulai kanker sampai permasalahan system saraf. Volatil dapat juga menyebabkan beragam masalah pernapasan seperti iritasi saluran napas, asma, dan penyakit paru-paru kritis.

Lihat tingginya resiko kesehatan yang bisa diakibatkan dengan membakar sampah plastik, pastinya kita mesti menghindar pembakaran sampah baik di ruangan tertutup ataupun di ruangan terbuka. Dampak ini bukan sekedar bisa kita rasakan sendiri, tetapi pastinya juga beresiko untuk beberapa orang di sekitaran rumah kita.

Langkah paling baik yang bisa kita kerjakan adalah kurangi pemakaian bahan plastik seperti yang tengah dikampanyekan oleh pemerintah pada sekian waktu ini. Kurangnya pemakaian plastik bakal turunkan jumlah sampah plastik di lingkungan kita. Diluar itu, kita mesti bijak dalam mengelola sampah plastik. Pisahkan sampah plastik dengan sampah organik untuk menolong beberapa petugas kebersihan mengelola sampah plastik untuk kepentingan daur lagi. Dengan lakukan hal itu, berarti kita perduli pada kesehatan lingkungan dan kesehatan badan kita sendiri.

Selengkapnya : http://www.sehat-bahagia.com/2016/02/tolong-sebar-luaskan-artikel-ini-stop.html

Tuesday, April 5, 2016

Hippoplast, Media Tanam Hidroponik dari Sampah Plastik

Butuh gadget baru?

Membuat polybag dari sampah plastik sudah biasa. Namun, siapa sangka sampah plastik bisa dijadikan media tanam? Adalah Puji Heru Sulistiyono, warga Sleman, yang berhasil memanfaatkan sampah plastik seperti kresek bekas dan tempat air kemasan untuk dijadikan media tanam untuk tanaman hidroponik.

Media tanam yang ia beri nama Hippoplast tersebut mempunyai dua jenis. Jenis pertama berbahan kresek bekas yang dibentuk menjadi bulatan-buatan kecil seperti kelereng. Bulatan-bulatan tersebut direkatkan dengan api kemudian direndam di dalam larutan air dan pupuk (nutrisi). Proses tersebut berlangsung sampai larutan nutrisi terjebak di dalam bulatan-bulatan plastik. Selepas itu, bulatan-bulatan plastik tersebut bisa digunakan sebagai media tanam untuk tanaman hidroponik. Akan tetapi, menurutnya, lebih baik jika Hippoplast tersebut hanya digunakan untuk tanaman hias.

Adapun jenis kedua terbuat dari tutup gelas minuman kemasan atau bungkus makanan ringan yang dipotong memanjang seperti serat-serat. Bahan-bahan tersebut dijadikan semacam sekam arang sintetis yang fungsinya menjebak larutan nutrisi. Sama seperti jenis yang pertama, Puji pun menyarankan supaya Hippoplast ini digunakan untuk tanaman hias saja.

Selengkapnya : http://www.pertanianku.com/hippoplast-media-tanam-hidroponik-dari-sampah-plastik/

Monday, April 4, 2016

Mengolah Limbah Plastik

Butuh gadget baru?

Berdasarkan hasil studi seperti dikutip dari situs resmi pemerintah (menlh.go.id), pola pengelolaan sampah di Indonesia pada tahun 2012 di beberapa kota dengan cara :
1. Pengangkutan dan penimbunan di TPA sebesar 69%
2. Dikubur 10%
3. Didaur ulang dan dikompos 7%, 
4. Dibakar 5 %
5. Sisanya tidak terkelola sebesar 7%
  
Apalagi seperti kita ketahui, sampah plastik merupakan sampah yang paling sulit diuraikan oleh tanah. Selain itu, membakar sampah plastik merupakan metode yang salah karena menimbulkan asap putih yang dapat merusak kesehatan bila terhirup. Oleh karena itu, sebagai salah satu upaya mengurangi dampak jumlah sampah plastik tersebut, diperlukan cara mengolah sampah plastik. 



Cara Pengolahan Limbah Plastik
Setidaknya ada 2 cara pemanfaatan limbah plastik yaitu reuse (pemakaian kembali) atau recycle (daur ulang).

1. Reuse
Umumnya rumah tangga di Indonesia sering memanfaatkan limbah plastik untuk pemakaian kembali.
Seperti wadah cat untuk pot bunga.

2. Recycle
Limbah plastik juga bisa dimanfaatkan untuk membuat produk kerajinan seperti tas. Pemanfaatan limbah plastik daur ulang umumnya dilakukan oleh industri. Proses daur ulang plastik di Industri umumnya meliputi langkah-langkah berikut :
-Sortir (pemilahan sampah)
-Pemotongan (memperkecil ukuran)
-Pencucian 
-Pengeringan (menguapkan air pada suhu tertentu)
-Pemanasan (material dilelehkan pada suhu 200 derajat celcius)
-Penyaringan (Lelehan plastik akan berbentuk silinder panjang kemudian dipotong-otong)
-Pendinginan (material dilewatkan pada air dingin)
-Pencetakan/penggilingan (pencetakan bijih plastik menjadi  lelehan kemudian dibentuk seperti mie berdiameter 4 mm)
-Pembungkusan & pemeriksaan (pembungkusan material kering dalam karung plastik dan diperiksa)
-Produk plastik

Selengkapnya : http://www.ekspedisiilmu.web.id/2015/10/2-cara-mengolah-sampah-plastik.html

Saturday, April 2, 2016

Plastic in Design [Re:story part II]

Butuh gadget baru?

Setelah Prologue tentang sampah plastik, mari kita lihat apa yang bisa dilakukan untuk me-recycle benda ini. Plastik termasuk salah satu material yang lentur dan mudah untuk dimainkan desainnya. Tanpa perlu treatment yang khusus, kita bisa mulai mendesain berbagai macam barang dari material yang satu ini. Dalam skala yang lebih besar, beberapa desainer contohnya Philippe Starck menggunakan material plastik sebagai bahan baku desainnya. 

Bedanya, Phillipe Starck membutuhkan mesin-mesin yang canggih untuk bending bentuk desain furnitur yang dia buat. Butuh banyak kalkulasi, uang dan juga ketelitian dalam hal ini. tak perlu menjadi Phillipe Starck untuk menciptakan karya desain kita dari bahan baku plastik. Cara-cara yang mudah namun tetap dapat menghasilkan desain yang unik bisa kita buat dari material ini. Temukan berbagai macam kejutan menarik tentang desain olahan plastik!

1. My toy is not yours!!
Waktu tidak bisa kembali, maka mari kita lakukan kegiatan produktif untuk menjadikan waktu kita berkualitas. Salah satu caranya dengan mendesain sendiri mainan - mainan unik yang sesuai dengan kepribadian kita. Alternatif ini juga bisa digunakan sebagai ajang aktualisasi diri guys!


2. Fashion Style Sampah
Siapa mengira sampah plastik bisa menjadi alternatif fashion kita? Dengan tangan dingin seorang desainer, berbagai macam clothing dan aksesoris lain tercipta dari material plastik.

From Plastic GO to Bag
Go Green with this colorful plastic bag! Tidak usah lagi menggunakan tas kresek ketika Anda sedang berbelanja, karena dengan tas ini Anda dapat menyimpan belanjaan Anda dengan aman. Tas belanja ini telah didesain lebih menarik dan berwarna. Jika Anda orang yang kreatif, mari membuat tas belanja Anda sendiri. DIY (Do it Your Self) stuff sedang menjadi tren untuk saat ini.



3.Good Goods
Berbagai Ragam Olahan Botol Air Mineral


Pasti tidak ada yang menyangka bahwa sampah plastik dengan segala kerugiannya dapat menjadi alternatif material fabrikasi maupun non fabrikasi. Material ini dapat digunakan hampir disegala jenis bidang usaha. Hidup pada era global warming memang diperlukan kepekaan terhadap alam sekitar dan juga lingkungan kita sehari-hari. Apa yang menjadi sampah ternyata juga bisa menjadi alternatif material menjanjikan. Barang-barang di atas adalah contoh beberapa karya dari desainer yang telah peduli untuk menciptakan green design dengan memanfaatkan material plastik sebagai bahan bakunya. They are rock!!

Selengkapnya : http://nakedplaindesigner.blogspot.co.id/2010/10/plastic-in-design.html



Thursday, March 31, 2016

Keluarga Plastik [Re:story part I]

Butuh gadget baru?

Setelah mengenal berbagai macam 4R (Reduce, Reuse,Recycle, Repair) dari plastik, tidak ada salahnya bagi kita untuk mengenal karakter-karakter dari keluarga plastik. Penggunaan plastik hampir disegala bidang karena sifatnya yang ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan keberlanjutan kehidupan manusia. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.

Apakah arti dari simbol-simbol yang kita temui pada berbagai produk plastik?


1-PETE#1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Boto-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.

Botol-botol air minuman kemasan 300ml yang telihat kuat dan dapat dipakai berkali-kali ternyata termasuk dalam golongan PETE. Padahal masih banyak masyarakat yang tetap menggunakan botol tersebut sehari-hari. Mereka memandang dari segi ekonomis dan efisien. Informasi tentang spesifikasi plastik kurang diperhatikan oleh konsumen. Bahkan ada beberapa anak sekolahan yang menggunakan botol plastik bekas sebagai tempat minum mereka. 

Untuk menghindari hal tersebut, diperlukan sosialisasi tentang spesifikasi plastik dan bahayanya kepada masyarakat luas. Tanda dibuat bukan untuk dilanggar tetapi untuk dipatuhi, jadi untuk produsen dimohon pula lebih memperhatikan material plastik yang digunakan sebagai pembungkus makanan.Karena hal ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan konsumen ke depannya. Jika ingin mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2020, maka mari kita tingkatkan terlebih dahulu pentingnya kesehatan sebagai penyokong berdirinya Indonesia Emas. 


2-HDPE#2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.

Walaupun spesifikasi HDPE lebih tinggi dari PETE, jenis plastik ini masih mudah terurai, apalagi oleh panas. Di dalam plastik terdapat zat kimia yang mengeluarkan zat karsinogenik pemicu kanker. Panas dapat memicu keluarnya zat karsinogenik tersebut. Maka jangan lah sekali-kali menggunakan jenis plastik dengan spesifikasi PETE dan HDPE dan mengisinya dengan air panas.


3-V#3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

PVC biasa digunakan sebagai pelindung dari makanan atau botol. Dari penjelasan di atas kita bisa mengerti bahwa jenis plastik ini yang sangat susah diurai. Maka diperlukan suatu usaha agar PVC tidak merusak lingkungan karena karakternya yang susah untuk diurai. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mendaur ulang jenis plastik ini. Saat ini telah banyak UKM yang memanfaatkan media plastik sebagai ladang usahanya.Saat ini beberapa sekolah juga telah memiliki ekstrakulikuler yang mendukung melakukan aksi hidup hijau. Mereka mengolah plastik-plastik dari softener, sabun pencuci baju, dan bungkus-bungkus lainnya sebagai material pengganti kain untuk tas, baju, jas hujan, dan lain-lain.


Hakikatnya semakin seseorang dewasa, maka kebutuhan paling utamanya adalah aktualisasi diri. Jika Anda termasuk tipe dengan aktualisasi diri yang tinggi, mari mulai menggunakan barang-barang green design seperti tas dan payung di atas. Selain unik dan menarik, Anda bisa jadi mendapat pujian "Oh men, keren banget tu orang concern banget sama global warming". Ya selain semakin terkenal toh memang tidak ada salahnya Anda benar-benar concern terhadap masalah global warming bukan? 
Do not take it as a compliment, take it as your corcern!! :D


4-LDPE#4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.

LDPE adalah jenis plastik yang dapat kita gunakan kembali. Usahakan seminimal mungkin membuang plastik-plastik ber label 4 ini. Plastik-plastik tersebut masih dapat kita manfaatkan sebagai storage mini atau tempat minum. Sebagai desainer, bisa juga kita benar-benar mengolah plastik ini menjadi material utama dalam pembuatan karya kita. Misalnya furnitur yang terbuat dari plastik, mulai sebagai struktur maupun material finishing. Sounds great.. Let's D.I.Y (Do It Yourself)


5-PP#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.

Plastik berlabel 5 sudah memenuhi standar untuk digunakan sebagai tempat makan dan minum bagi keluarga. Walau demikian, kita tetap perlu hati-hati dalam memilih peralatan makan dengan material plastik. Karena walau secara umum spesifikasi diharuskan berlabel 5, namun ada beberapa peralatan makan yang sebenarnya masih berstandar kurang dari seharusnya. Barang-barang tiruan tersebut dapat berbahaya jika kita menggunakannya.


6-PS#6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.

Pola konsumtif sebagian masyarakat Indonesia memaksa penggunaan styrofoam secara berlebih. Styrofoam adalah jenis plastik yang  berbahaya jika digunakan secara terus menerus. Zat karsinogenik yang ada didalamnya dapat memicu sel-sel kanker berlebih pada tubuh. Selain itu styrofoam termasuk susah diuraikan oleh tanah. Oleh karena itu mari kita mendaur ulang styrofoam yang ada di sekitar kita secara cerdas. Because we are designer, let us do the simple way tn our life, creating unique and useful things!!


7-other#7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.

Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita.

Pada akhirnya. Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya. Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang.


Ada satu kisah inspirasi dari seorang teman baik saya. Ketika itu kita sedang asyik berdiskusi tentang berbagai hal hingga di suatu titik dia ingin saya menolongnya untuk memberikan tempat minuman pada seorang gadis pemulung di daerah tempat tinggal saya. Alasannya sederhana: "Waktu itu aku lihat dia minum dari botol bekas 300 ml. Kamu tau kan spesifikasi plastiknya berapa? Satu. Bisa bahaya kalo dipake buat tempat minum". 

Saat itu saya tentu kaget dengan apa yang dia katakan. Karena sesungguhnya saya pun masih menggunakan botol plastik bekas minuman sebagai wadah minum di kos saya. Saat itu saya langsung sadar bahwa seorang mahasiswa pun kurang paham dengan hal-hal seperti ini. Apalagi beberapa orang yang kurang beruntung untuk melanjutkan sekolah mereka. Bapak-bapak becak, para ibu-ibu penjual makanan, dan lain-lain. Oleh karena itu semoga artikel ini dapat menjadi sedikit pengetahuan tentang keluarga plastik dan karakternya agar kita dapat  menginfokannya kepada teman-teman di sekitar kita.

Selengkapnya : http://nakedplaindesigner.blogspot.co.id/2010/10/keluarga-plastik.html

Friday, March 25, 2016

Daur Ulang Sampah Plastik

Butuh gadget baru?

Plastik adalah material yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kemajuan teknologi dan industri membuat aktivitas produksi plastik terus meningkat. Hampir semua produk menggunakan plastik baik sebagai kemasan atau bahan dasar. Material plastik banyak digunakan karena memiliki kelebihan dalam sifatnya yang ringan, transparan, tahan air, serta harganya relatif murah dan terjangkau oleh semua kalangan masyarakat. Segala keunggulan ini membuat plastik digemari dan banyak digunakan dalam hampir setiap aspek kehidupan manusia. Akibatnya, jumlah produksi plastik yang akan menjadi sampah pun terus bertambah.

Menurut Jean-Francois Nobelt (2005 : 4 – 7), Negara-negara berkembang berusaha meningkatkan taraf hidupnya dengan tingkat konsumsi yang tinggi, sehingga mereka membuang banyak sampah. Misalnya saja di Indonesia, sampah yang terbuang setiap harinya saja sekitar 11.330 ton. Padahal di negara-negara maju seperti Afrika, seorang Afrika hanya menghasilkan 17 kg sampah rumah tangga setiap tahunnya. Sampah yang begitu banyak membuat dunia kita menjadi rusak dan kemudian terjadi penyakit dimana-mana. Seperti pada Abad Pertengahan, sampah dibuang ke jalan dan sungai sehingga menimbulkan bau tidak sedap dan meningkatkan resiko penularan penyakit, seperti pes. Tentunya kita tidak ingin hal itu terjadi lagi bukan?

Kurangnya kesadaran akan limbah dan tingkat konsumsi masyarakat serta aktivitas lainnya yang semakin bertambah mengakibatkan sampah terus menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sampah yang umum ditemukan di TPA antara lain botol minuman, deterjen, dan kantong plastik. Sampah-sampah yang kurang menarik tersebut membuat kita enggan melihat bahkan meliriknya. Padahal jika kita mau berusaha sedikit, sampah-sampah tersebut dapat menjadi peluang usaha. Bahkan jika kita mau mengolahnya dengan benar, usaha ini dapat menjadi sumber daya. 

Akibat begitu banyaknya sampah di lingkungan, kita jadi bertanya-tanya. Bagaimanakah cara untuk mengurangi sampah? Apakah ada persyaratan agar sampah dapat diproses? Apa yang dapat kita olah dari sampah? Bagaiman cara mengolah sampah tersebut? Dan, bagaimana cara mengelola usaha tersebut agar sukses? Maka, disini akan dipaparkan jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Begitu juga dengan tip dan trik agar usaha daur ulang sampah plastik dapat terus berkembang dan sukses.

Pengelolaan sampah plastik perlu dilakukan untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh. Alternatif-alternatif yang dapat kita lakukan berkaitan dengan pengelolaan sampah adalah sebagai berikut:
a. Reduce (mengurangi)
b. Reuse (menggunakan kembali)
c. Recycle (mendaur ulang)
d. Replace (mengganti)

Alternatif-alternatif reduce dan reuse tidak selamanya dapat bertahan karena pada saatnya nanti hasil dari tindakan reduce dan reuse adalah sampah plastik tersebut dibuang. Maka sebagai alternatif akhirnya sampah plastik tersebut harus didaur ulang. Proses pendaurulangan sampah plastik dapat dilakukan sebagai berikut:
a. Memisahkan material sampah plastik dengan material sampah lainnya,
b. Sampah plastik dipotong-potong agar mudah dalam proses pengolahannya,
c. Potongan-potongan sampah plastik dicuci, dan
d. Setelah dicuci, sampah-sampah plastik digiling agar menjadi biji plastik.

Biji plastik yang telah kita proses dapat dijadikan usaha daur ulang sampah plastik baik berupa bahan baku setengah jadi (biji plastik) maupun suvenir. Pengelolaan usaha daur ulang sampah plastik harus terencana baik dalam modal, pembiayaan, tenaga kerja, tempat produksi, dan cara menyalurkan/mendistribusikan produk daur ulang. Berikut tip dan trik yang bisa kita praktikkan agar usaha daur ulang sampah plastik dapat terus berkembang dan menjadi semakin besar.



Selengkapnya : https://ridhographis.wordpress.com/2015/05/27/17/

Monday, March 21, 2016

Peluang Usaha Emas dari Nol, Dengan Daur Ulang Sampah

Butuh gadget baru?

Sampah kerap menjadi masalah terutama di kota-kota besar, sampah dituding sebagai biang keladi kerusakan lingkungan dan berbagai sumber penyakit. Rata-rata manusia membuang 1 kilogram sampah setiap hari. Kebanyakan berupa sampah plastik dan streofrom, padahal kedua jenis sampah ini sulit untuk terurai. Plastik misalnya butuh waktu hampir satu abad supaya plastik bisa terurai sempurna oleh alam.

Bisa dibayangkan seperti apa kerusakan yang ditimbulkan bila sampah plastik tidak dikelola dengan baik. Ditangan muhammad baeduwy, sampah bisa diubah jadi rupiah. Tentu bukan dengan bukan sulap atau dengan sihir, namun dengan teknologi daur ulang sampah.

Muhammad Baeduwy memulai usaha 14 Tahun yang lalu. Ia mengakui ingin jadi pengusaha sejak kecil. Namun, Ia bingung harus memilih usaha apa. Ia ingin memiliki usaha yang murah dan tidak banyak orang yang tertarik. Akhirnya Pilihan Usaha jatuh ke usaha sampah yang ia tekuni sampai sekarang. Ia juga mengatakan bahwa siapa yang mau usaha sampah pada saat modern ini.



Selengkapnya : http://www.undercover.co.id/peluang-usaha-emas-dari-nol-dengan-daur-ulang-sampah/

Wednesday, March 16, 2016

Walhi: Perlu Kebijakan Integral untuk Atasi Sampah Plastik

Butuh gadget baru?

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyatakan pengurangan sampah plastik tidak akan maksimal jika hanya dilakukan dengan kebijakan kantong plastik berbayar. Kebijakan tersebut harus dibarengi dengan kebijakan lainnya. Meskipun dinilai baik, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai kebijakan ini tetap tidak akan efektif untuk mengatasi problem struktural yang sangat akut terkait sampah plastik, jika tidak dilakukan secara integral. 

Menurut Manager Kebijakan dan Pembelaan Hukum Walhi, Muhnur Satyahaprabu, 69% sampah plastik yang ada didominasi oleh sampah plastik domestik sehingga kebijakan yang seharusnya juga digalakkan adalah menekan produksi plastik, bukan hanya mengubah perilaku masyarakat untuk tidak menggunakan kantong plastik. "Mungkin ini akan merubah pola pikiran masyarakat atau memaksa masyarakat untuk menggunakan kantong lain selain kantong plastik tetapi kalau pola produksi perusahaannya masih sama maka ini tidak akan signifikan pengaruhnya. sampah plastik juga didominasi oleh bungkus snack, sabun pokoknya ritel-ritel itulah. Yang begitu harus diubah, kalau itu tidak diubah maka tetap akan banyak," kata Muhnur. 

Tuti Hendrawati Mintarsih menegaskan kebijakan ini akan dievaluasi setiap tiga bulan sekali, untuk melihat apakah ada perubahan dalam perilaku konsumen. "Saya berharap di Indonesia bisa efektif, bahkan di Hongkong itu bisa sampai 76 persen menurunkan penggunaan kantong plastik.Di Amerika bahkan sampai 90 persen. Di Indonesia sudah urgent untuk mengurangi penggunaan kantong plastik tidak ramah lingkungan jadi kita berusaha melakukan sosialisasi besar-besaran biar masyarakat sadar mengurangi penggunaan kantong plastik," papar Tuti.



Selengkapnya : http://www.voaindonesia.com/content/walhi-perlu-kebijakan-integral-soal-sampah-plastik/3202034.html

Sunday, March 13, 2016

Fakta Sampah Plastik

Butuh gadget baru?

* Diperkirakan 6.4 juta ton sampah masuk ke laut setiap tahunnya di seluruh dunia (disadur dari data National Academy of Sciences)
* Perkiraan lainnya juga mengatakan sebanyak 8 juta potong sampah masuk ke laut setiap harinya.
* Lebih dari 80% sampah plastik di seluruh dunia langsung dibuang ke tempat sampah yang akhirnya ke laut tanpa di daur ulang
* 90% dari seluruh sampah di laut adalah plastik
* Lebih dari 1 juta binatang laut mati akibat plastik setiap tahunnya
* Setiap tahun rata-rata orang menghabiskan 700 kantong plastik
* Supermarket di seluruh dunia memberikan lebih dari 17 milyar kantong plastik setiap tahunnya.
* Setiap tahun diperlukan 12 juta barel minyak serta 14 juta pohon untuk membuat semua plastik
* Sampah plastik terbanyak adalah botol dan pembungkus plastik sebanyak 56% dimana 3/4 berasal dari perumahan
* Orang Amerika menggunakan 2.5 juta botol plastik per jam!

Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul. Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk.
Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah ini dibentangkan maka, dapat membukus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat!

Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan gas rumah kaca.



Selengkapnya : https://imaisfree.wordpress.com/fakta-sampah-plastik-2/

Thursday, March 10, 2016

Memilah Sampah Plastik

Butuh gadget baru?

Plastik adalah benda yang menjadi sangat penting dalam kehidupan manusia saat ini. Dalam kehidupan sehari-hari, plastik banyak digunakan diantaranya sebagai pembungkus makanan, minuman, obat-obatan, sabun, deterjen, minyak, dan lain-lain. Kepraktisan dalam penggunaannya menyebabkan plastik menjadi pilihan banyak orang untuk menggunakannya, meski plastik merupakan salah satu benda yang tidak ramah lingkungan karena sulit diurai oleh tanah. Butuh waktu ratusan tahun agar plastik bisa terurai secara alamiah. Dan satu-satunya cara yang paling baik untuk menangani sampah plastik adalah dengan mendaur ulangnya.


Tapi tahukah Anda kalau banyak jenis plastik yang berbahaya bagi kesehatan, khususnya jika digunakan sebagai media pembungkus makanan? Jenis-jenis plastik dapat digolongkan berdasarkan kandungan bahan kimia yang ada pada plastik tersebut dan bahan pembuatannya. Berikut jenis-jenis plastik dan kodenya yang sering kita jumpai sehari-hari.

Selain berbeda manfaat, ternyata plastik-plastik ini juga memiliki perlakuan yang berbeda saat didaur ulang.  Menurut Polin, relawan Tzu Chi yang aktif di depo pelestarian lingkungan Tzu Chi, jenis plastik yang bermacam-macam ini juga memiliki harga yang berbeda-beda saat akan dijual ke pengepul.  “Makanya kita pisahkan dulu berdasarkan jenisnya. Jerigen sendiri, botol plastik sendiri, dan lainnya,” kata Polin, “dari botol plastik itu kita pilah lagi, dari warnanya dan tutupnya dipilah lagi.”  Pemilahan ini sendiri sesuai dengan permintaan dari pihak pembeli dan agar plastik yang diolah kembali tersebut memiliki kualitas, jenis, bahan, dan warna yang sama.

Simbol Atau Kode Jenis Plastik

Selengkapnya : http://www.tzuchi.or.id/ruang-hijau/memilah-sampah-plastik/10

Monday, March 7, 2016

Mengolah Sampah Plastik dengan Air Panas : Aman bagi Kesehatan

Butuh gadget baru?

Sejauh ini, penanganan yang paling praktis dalam pengelolaan sampah yaitu dengan dibakar. Namun, sejumlah ilmuwan Indonesia yang tengah mengenyam pendidikan di Jepang, telah menemukan cara efektif dalam mengelola sampah plastik yang aman baik untuk kesehatan juga lingkungan serta efektif.

Sampah yang dibakar berbahaya untuk kesehatan tubuh, karena sampah dibakar pada suhu rendah sehingga meninggalkan asap putih yang beracun dan berefek sesak nafas. Dari plastik sendiri memiliki senyawa yakni zat dioksin. Hingga kini zat dioksin masih diperdebatkan sumbernya. Namun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya, dioksin berasal dari klorin.

Klorin plastik memiliki persamaan dengan larutan akuatik dari gas hidrogen klorida (HCl), pada garam. Pada umumnya peneliti menyebut dengan plastik Polivinil Klorida (PVC). Namun diakuinya, PVC pada plastik sulit diurai karena menyatu dengan zat lainnya.

Oleh sebab itu, pengelolaan sampah untuk mengurai zat berbahaya plastik yakni menggunakan air panas tanpa perlu dibakar dengan metode hydrothermal. Dengan menggunakan air panas, senyawa klorin akan berubah menjadi garam. Dari proses itu, garam itu dapat dibuang karena larut dalam air sehingga klorin hilang.

Mesin Pengolah Sampah

Selengkapnya : http://www.olahsampah.com/index.php/sampah-dalam-berita/54-mengolah-sampah-plastik-dengan-air-panas-aman-bagi-kesehatan

Saturday, March 5, 2016

CARA PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK YANG RAMAH LINGKUNGAN

Butuh gadget baru?

Cara pengolahan limbah plastik masih menjadi pembahasan hangat dalam setiap pertemuan tentang lingkungan hidup. Dimana limbah plastik merupakan sampah yang tidak bisa diurai oleh tanah. Sehingga akan selalu memiliki ancaman terhadap pencemaran lingkungan. Banyak seminar-seminar yang membahasa tentang betapa seriusnya kekhawatiran tentang limbah plastik ini. Dan harapan kami, generasi yang sekarang dan yang akan datang dapat lebih memahami tentang pengolahan limbah plastik ini.

Ada beberapa ide untuk menangani limbah plastik, yaitu diantaranya :

-Menggunakan tas dari bahan kertas atau dari bahan lainnya untuk berbelanja. Sehingga dapat mengurangi pemakaian plastik di dalam kehidupan sehari-hari.

-Untuk mengurangi dampak limbah plastik, dari pihak pemerintah dan diri pribadi perorangan harus saling menyadari. Pemerintah harus membuat tempat sampah di setiap sisi kota. Dan setiap individu juga harus mempunyai kesadaran tentang membuang sampah. Jangan campur sampah plastik dengan sampah yang bisa di daur ulang. Tempatkan sampah plastik pada tempat sampah yang telah ditentukan. Dan jangan membuang sampah plastik di tempat umum seperti di jalan, di sungai, di selokan, di parit, dan dimana sampah itu akan sangat berpotensi  buruk bagi lingkungan.


Selengkapnya : http://www.wirasejati.com/2015/01/cara-pengolahan-limbah-plastik-yang-ramah-lingkungan.html

Thursday, March 3, 2016

Ngeri, Pada 2050 Jumlah Plastik di Lautan Melampaui Ikan..

Butuh gadget baru?

Pelaut kawakan Inggris, Ellen MacArthur telah menjelajahi lautan seumur hidupnya. Kini, perempuan yang mendapat gelar kehormatan 'Dame' dari Kerajaan Inggris itu memperingatkan bahwa pada 2050 di laut bakal ditemukan lebih banyak plastik dibanding ikan.

Menurut laporan dari yayasan yang ia bentuk-- Ellen MacArthur Foundation-- yang dikeluarkan di World Economic Forum pada Selasa, 19 Januari lalu, konsumsi plastik mencapai 20 persen lebih tinggi daripada industri minyak dalam 35 tahun mendatang.

"Jika dihitung, di lautan akan ada 1 ton plastik untuk tiap 3 ton ikan pada 2025, dan pada 2050 akan lebih banyak plastik dibanding ikan."

Sebuah plastik daur ulang bisa saja terurai di lautan terutama di air hangat, namun proses pembebasan kimia beracun bisa saja termakan oleh ikan dan akan berakhir di mata rantai makanan manusia.

Selengkapnya : http://global.liputan6.com/read/2416451/ngeri-pada-2050-jumlah-plastik-di-lautan-melampaui-ikan

Monday, February 29, 2016

Indonesia Penyumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua Dunia

Butuh gadget baru?

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menilai persoalan sampah sudah meresahkan. Indonesia bahkan masuk dalam peringkat kedua di dunia sebagai penghasil sampah plastik ke Laut setelah Tiongkok. 

Hal itu berkaitan dengan data dari KLHK yang menyebut plastik hasil dari 100 toko atau anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dalam waktu satu tahun saja, sudah mencapai 10,95 juta lembar sampah kantong plastik. 

Berdasarkan data Jambeck (2015), Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton.

Berada di urutan ketiga adalah Filipina yang menghasilkan sampah plastik ke laut mencapai 83,4 juta ton, diikuti Vietnam yang mencapai 55,9 juta ton, dan Sri Lanka yang mencapai 14,6 juta ton per tahun.

Lebih dari satu juta kantong plastik digunakan setiap menitnya, dan 50 persen dari kantong plastik tersebut dipakai hanya sekali lalu langsung dibuang. Dari angka tersebut, menurut Tuti, hanya lima persen yang benar-benar di daur ulang.



Selengkapnya : http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160222182308-277-112685/indonesia-penyumbang-sampah-plastik-terbesar-ke-dua-dunia/