Wednesday, June 15, 2016

Hebatnya Sampah Plastik Negeriku

Butuh gadget baru?

Bagaimana tidak hebat?? Lha wong budaya nyampah sudah membuat generasi muda kami lupa akan sejarah. Betul sekali, sejarah banjir setiap tahun yang selalu terjadi. Banyak korban.. mulai dari harta, nyawa.. Semua berawal dari kebodohan kami sendiri. Semisal dari balita kami sudah diajari untuk tidak membuang sampah sembarangan, tentu mulai sekarang pelajaran itu sudah otomatis kami lakukan. Tidak perlu ada rambu atau aturan yang mengikat, secara kami sudah sadar akan dampak buruknya. 



Namun, banyak dari kami yang mulai dari balita sudah dijejali dengan pembelajaran balistung. Membaca - Menulis - Berhitung - 3 hal tersebut tidak membuat mental kami menjadi kuat dan sadar akan prioritas kebersihan. Sampah hanya menjadi nomor sekian sekian dari yang kesekian. Aneh bukan ? Kemampuan akademis tidak mendukung prestasi untuk menyelamatkan hajat hidup orang banyak. Justru malah saling sikut dan mengkambing hitamkan pihak lainnya..

Mari Peduli..  

Tuesday, May 24, 2016

Pulau Sampah Pasifik

Butuh gadget baru?

Serem.. Atau lebih tepatnya mengerikan. Produksi sampah berlebihan dari banyak negara berkumpul dan berserakan di lautan.. Banyak sampah mengapung dan kemudian berkumpul menjadi satu bagian. 

Pulau sampah yang biasa disebut Great Pacific Garbage Patch itu berada di antara Hawaii dan California. Terdiri dari lumpur dan sampah laut yang berputar dalam pusaran arus di Pasifik Utara. Ilmuwan percaya bahwa terdapat empat pusaran sampah yakni di Samudra Hindia, Atlantik Utara, Atlantik Selatan, dan Pasifik Selatan. 


The Great Pacific Garbage Patch, dikatakan sebagai  Sampah Vortex Pasifik, yang merupakan  pilin dari sampah laut di tengah Samudera Pasifik Utara (North Pacific Gyre) terletak kira-kira antara 135 ° sampai 155 ° W dan 35 ° ke 42 ° N .  Sampah meluas sampai ke sebuah wilayah yang sangat luas, dengan perkiraan mulai dari daerah ukuran negara bagian Texas untuk satu lebih besar dari daratan Amerika Serikat, namun ukuran yang tepat tidak diketahui. Hal ini dapat dihubungkan dengan fakta bahwa tidak ada yang spesifik standar untuk menentukan batas-batas antara "normal" dan "tingginya" tingkat polusi dan apa yang merupakan bagian dari sampah itu sendiri.

Masihkah kita tutup mata dan cuek terhadap kondisi bumi ini? Sadarlah.. Wahai manusia!!

Source : 
- http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/09/mengkhawatirkan-pulau-sampah-ancam-ekosistem-laut
- http://www.gadis.co.id/Aksi/Tumpukan+Sampah+di+Samudera+Pasifik
- http://xnews-hawkson-blogmisteri.blogspot.co.id/2010/09/intermezzo-sekilas-mengenai-great.html

Tuesday, May 10, 2016

Nyampah Plastik Is Danger

Butuh gadget baru?

Plastik dimana-mana.. Plastik bikin nagih, membuat kita kecanduan untuk memakai dan memakai terus-menerus. Melepaskan diri dari jerat plastik sangat menyulitkan. Dan tentu saja bahaya dari peredaran plastik ini. Mari kita waspada!!

-Peredaran plastik dan penggunanya
Rata-rata setiap orang di Amerika dan Eropa menggunakan sekitar 100 kg plastik per tahun. Sementara di Asia rata-rata setiap orang menggunakan sekitar 20 kg per tahun. Jumlah ini diperkirakan akan bertambah jadi 140 kg tiap orang di tahun 2015 dan selanjutnya.

-Plastik itu racun
Banyak hewan-hewan laut menelan sisa-sisa plastik karena mengira itu makanan. Albatrose sering mengira plastik adalah cumi-cumi. Sementara kura-kura sering menelan plastik karena mereka kira itu ubur-ubur. Akibat menelan plastik mereka mati karena plastik menyumbat di saluran pencernaan. Green Peace menyatakan sekitar 267 binatang laut mati karena salah pencernaan, dan 90% akibat menelan sisa-sisa plastik.

-Kantong plastik more danger
Karena mudah didapat, kantong plastik cepat beredar ke segala penjuru daratan. Dan lalu, tidak hanya karena dia membuat sampah di daratan tapi juga menyebabkan banjir karena sering menyumbat di pipa saluran air dan pembuangan.

-Botol plastik sama saja
Rata-rata setiap orang menggunakan sekitar 168 botol plastik setiap tahunnya. Setiap hari 100 juta botol plastik digunakan di seluruh dunia. Sekitar 86% botol plastik yang ada masih belum di-recycle dan ada sekitar 1500 botol berakhir di lautan setiap detiknya!


-The Great Pacific Garbage Patch
Ini merupakan kumpulan sampah yang membentuk semacam pulau-pulau kecil di lautan Pasifik. Jumlahnya ada beberapa dan setiap kumpulan itu terdiri dari sampah yang mengapung.Lagi-lagi sampah yang paling banyak adalah sampah plastik. Ukuran luas tiap 'pulau' sampah ini berbeda-beda. Ukurannya berkisar 700.000 kilo meter persegi hingga 15.000.000 kilo meter persegi. Ada beberapa yang memperkirakan kalau luasnya kalau gabung, menjadi dua kali luas Amerika serikat. Serem ya!

Solusi terbaik, adalah dari kita sendiri.. Kurangi ketergantungan terhadap plastik dan produk-produknya. Terutama kantong plastik, gantilah dengan tas kain. Karena tas kain paling cepat akan rusak selama 6 minggu. Ini berarti kita sudah mengurangi penggunaan kantong plastik sebanyak 24 buah, 288 buah setahun dan sekitar 22.176 dari rata-rata umur manusia. Beberapa negara sudah mengenakan pajak untuk penggunaan kantong plastik. Ini dimulai oleh Irlandia tahun 2002. Dengan cara ini mereka sudah mengurangi penggunaan kantong plastik sebanyak 90%.

Dan jangan lupa.. BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPAT SAMPAH YANG DISEDIAKAN, JANGAN BUANG SEMBARANGAN!!

restory from : http://kawankumagz.com/Love-And-Life/Life/9-Bahaya-Sampah-Plastik

Wednesday, May 4, 2016

Ingin Membuat Bunga Plastik Sendiri?

Butuh gadget baru?

Memiliki bunga plastik hias di dalam rumah memang menyenangkan. Akan tetapi bunga plastik tak harus diperoleh dengan cara membeli. Bagi mereka yang kreatif, mereka akan lebih memilih untuk membuat bunga plastiknya sendiri. 

Selain lebih bebas dalam menghasilkan bunga yang sesuai keinginan, cara ini juga cukup menghemat uang, terlebih jika bahan-bahan yang digunakan adalah bahan-bahan bekas. Bagi yang tertarik membuat bunga hias sendiri, berikut ini cara membuat bunga mawar plastik dari kantong plastik.


Siapkan Alat-Alat dan Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
Sebelum mulai membuat bunga mawar dari kantong plastik, sebelumnya siapkan terlebih terlebih dahulu alat-alat dan bahan-bahan yang dibutuhkan. Alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat bunga plastik diantaranya adalah gunting dan vas bunga. Sedangkan untuk bahan-bahannya, siapkan kantung plastik berwarna merah dan hijau, lidi atau kawat besi dan benang. Di sini pastikan untuk memilih kantong plastik yang tebal. Ini dilakukan untuk memudahkan proses pembuatan bunga plastik.

Membuat Pola Bunga Plastik
Setelah semua alat dan bahan yang dibutuhkan tersedia, bentangkan kantong plastik dan lipat beberapa kali agar lebih mudah dipotong. Gambar pola pada kantong plastik tersebut.

Berikutnya, gunting kantong plastik memanjang dengan lebar 4 sampai 5 cm. Potong kantong plastik tersebut menjadi beberapa bagian dan bentuk polanya. Setelah itu, lipat potongan-potongan pola tersebut. Agar lebih mudah, sebaiknya gunakan kantong plastik yang cukup tebal.


Menyatukan Pola yang telah Dibuat
Kini pola bunga plastik sudah jadi. Yang perlu dilakukan selanjutnya adalah menyatukan pola-pola tersebut. Caranya cukup mudah. Gunakan benang untuk menyatukan semua pola tersebut.

Untuk memudahkan proses tersebut, gunakan jarum yang telah diikat benang untuk menyatukan semua pola bunga plastik secara bersilangan. Satukan pola-pola tersebut hingga mencapai panjang yang diinginkan. Selanjutnya, ikat kedua ujung benang.


Merangkai Ikatan Pola menjadi Bunga
Pola-pola bunga plastik telah selesai disatukan. Selanjutnya, kini tiba saatnya untuk menyusun ikatan-ikatan tersebut sehingga lebih berbentuk.

Diperlukan sentuhan artistik agar ikatan-ikatan pola tersebut tampak lebih hidup. Caranya adalah dengan melengkungkan kelopak yang terletak pada sisi paling atas sehingga tercipta bentuk yang menyerupai kuncup bunga. Lakukan cara yang sama pada bunga-bunga lainnya. Jangan lupa juga untuk merapikan susunan bunga tersebut.

Setelah mendapatkan beberapa bunga, selanjutnya tinggal disatukan dengan lidi atau kawat sebagai batangnya. Tambahkan pemanis berupa daun pada bagian sisinya. Selanjutnya, tinggal dimasukkan ke dalam vas bunga yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Kini bunga yang terbuat dari kantong plastik telah selesai dibuat. Bunga dari plastik buatan sendiri tersebut dapat ditempatkan dimana saja sesuai dengan keinginan. 

Bisa diletakkan di atas meja ruang tamu atau bahkan di meja kamar tidur. Kebebasan tersebut sepenuhnya menjadi milik sang pemilik rumah. Cara membuat bunga plastik ini juga bisa diadopsi untuk membuat bunga plastik jenis lain. Misalnya saja bunga plastik anggrek atau teratai. Akan tetapi, diperlukan penyesuaian pada pola.

Warna kantong plastik yang dipilih hendaknya juga disesuaikan dengan warna bunga yang sesungguhnya. Dengan mengetahui cara membuat bunga dari plastik, siapapun juga bisa memanfaatkan kemampuan ini untuk berwirausaha. Namun tentu saja, dibutuhkan kreativitas dan banyak percobaan agar bunga yang dibuat terlihat lebih menarik hati calon pembelinya.

Selengkapnya : http://dariplastik.com/cara-membuat-bunga-plastik/

Saturday, April 30, 2016

Bahaya Sampah Plastik Bagi Kesehatan

Butuh gadget baru?

Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu kita bisa hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A. Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.Plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.

Kantong plastik kresek berwarna terutama yang hitam kebanyakan merupakan produk daur ulang. Karena itu konsumen diharapkan berhati-hati dan tidak digunakan kantung plastik untuk mewadahi makanan. Dalam proses daur ulang tersebut juga ditambahkan berbagai bahan kimia yang menambah dampak bahaya bagi kesehatan. Disarankan agar masyarakat tidak menggunakan kantung plastik kresek warna hitam atau daur ulang untuk mewadahi langsung makanan siap santap. Menurut JECFA-FAO/WHO monomer stiren tidak mengakibatkan gangguan kesehatan jika residunya tidak melebihi 5.000 bagian per juta.

Meski demikian, masyarakat dihimbau agar tidak menggunakan kemasan styrofoam dalam microwave, tidak menggunakan kemasan styrofoam yang rusak atau berubah bentuk untuk mewadahi makanan berminyak/berlemak apalagi dalam keadaan panas.Sementara itu, hasil pengawasan BPOM terhadap kemasan makanan yang terbuat dari plastik polivinil klorida (PVC) menunjukkan bahwa monomer vinil klorida (VCM) yang tidak ikut bereaksi dapat terlepas ke dalam makanan terutama yang berminyak/berlemak atau mengandung alkohol terlebih dalam keadaan panas.Dalam pembuatan PVC ditambahkan penstabil seperti senyawa timbal (Pb), kadmium (Cd), timah putih (Sn) atau lainnya, untuk mencegah kerusakan PVC. Kadang-kadang agar lentur atau fleksibel ditambahkan senyawa ester flalat, ester adipat. Residu VCM terbukti mengakibatkan kanker hati, senyawa Pb merupakan racun bagi ginjal dan saraf, senyawa Cd merupakan racun bagi ginjal dan dapat mengakibatkan kaker paru-paru.



• Upaya Penanggulangan Limbah Plastik
1. Daur Ulang
Penanganan limbah plastik yang paling ideal adalah dengan mendaur ulang. Akan tetapi, hal itu tampaknya tidak mudah dijalankan. Proses daur ulang melalui tahap-tahap pengumpulan, pemisahan (sortir), pelelehan, dan pembentukan ulang. Tahapan paling sulit adalah pengumpulan dan pemisahan. Kedua tahapan ini akan lebih mudah dilakukan jika masyarakat dengan disiplin ikut berpartisipasi, yaitu ketika membuang sampah plastik. Dewasa ini, plastik yang cukup banyak didaur ulang adalah jenis HDPE dan botol-botol plastik.

2. Incinerasi
Cara lain untuk mengatasi limbah plastik adalah dengan membakarnya pada suhu tinggi (incinerasi). Limbah plastik mempunyai nilai kalor yang tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai sumber tenaga untuk pembangkit listrik. Beberapa pembangkit listrik menggunakan batu bara yang dicampur dengan beberapa persen ban bekas. Akan tetapi, pembakaran sebenarnya menimbulkan masalah baru, yaitu pencemaran udara. Pembakaran plastik seperti PVC menghasilkan gas HCl yang bersifat korosif. Pembakaran ban bekas menghasilkan asap hitam yang sangat pekat dan gas-gas yang bersifat korosif. Gas-gas korosif ini membuat incinerator cepat terkorosi. Polusi yang paling serius adalah dibebaskannya gas dioksin yang sangat beracun pada pembakaran senyawa yang mengandung klorin seperti PVC. Untuk itu, pembakaran harus dilakukan dengan pengontrolan yang baik untuk mengurangi polusi udara.

3. Plastik Biodegradable
Sekitar separo dari penggunaan plastik adalah untuk kemasan. Oleh karena itu, sangat baik jika dapat dibuat plastik yang bio- atau fotodegradable. Hal itu telah diupayakan dan telah dipasarkan. Kebanyakan plastik biodegradable berbahan dasar zat tepung. Sayangnya, plastik jenis ini lebih mahal dan kelihatannya masyarakat enggan untuk membayar lebih.

Untuk mengurangi pencemaran plastik :
-Kurangi penggunaan plastik 
-Sampah plastik harus dipisahkan dengan sampah organik, sehingga dapat didaur ulang.
-Jangan membuang sampah plastik sembarangan. 
-Sampah plastik jangan dibakar.

Untuk menghindari bahaya keracunan akibat penggunaan plastik :
-Gunakan kemasan makanan yang lebih aman, seperti kaca. 
-Gunakan penciuman, jika makanan/minumam bau plastik jangan dikonsumsi.
-Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahanpolycarbonate, cobalah pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca,po lyethylene, ataupolypropylene. Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, polypropylene, ataupolyethylene. Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot berbahanlatex.
-Janganlah menyimpan air minum atau pun makanan dalam keadaan panas.
-Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum. Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2), tidak dapat dicegah, gunakanlah hanya sekali pakai dan segera dihabiskan karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu. Bahan alternative yang dapat digunakan adalah botol stainless steel atau kaca.
-Cegahlah memanaskan makanan yang dikemas dalam plastik, khususnya pada microwave oven, yang dapat mengakibatkan zat kimia yang terdapat pada plastik tersebut terlepas dan bereaksi dengan makanan lebih cepat. Hal ini pun dapat terjadi bila kemasan plastik digunakan untuk mengemas makanan berminyak atau berlemak.
-Bungkuslah terlebih dahulu makanan dengan daun pisang atau kertas.

Source : http://salsabilapinrang.blogspot.co.id/2013/05/tugas-individu-kimia-cara.html

Tuesday, April 26, 2016

Penggunaan Shrilk Sebagai Alternatif Bioplastik Terkuat di Dunia

Butuh gadget baru?

Plastik selalu menjadi sumber kegunaan sekaligus menjadi masalah bagi masyarakat. Hal ini disebabkan oleh karena bahan material ini biasanya digunakan untuk membawa keperluan manusia hingga menjadi tempat sampah sementara juga. 

Karena kegunaannya yang banyak, maka dari itu banyak sekali plastik yang diproduksi setiap harinya. Yang mengakibatkan pada bertumpuknya sampah-sampah plastik di berbagai tempat. Apalagi yang membuat plastik menjadi “musuh:” masyarakat adalah karena bahan material ini baru akan lebur dengan jangka waktu yang sangat lama (mencapai ratusan tahun).

Karena kegunaannya yang banyak, dan tingkat permintaannya yang selalu besar. Maka dari itu banyak sekali plastik yang diproduksi setiap harinya. Yang mengakibatkan pada bertumpuknya sampah-sampah plastik di berbagai tempat. Apalagi yang membuat plastik menjadi musuh bagi orang banyak adalah sifatnya yang sangat sulit terurai. Membutuhkan waktu ratusan tahun untuk dapat mengurai plastik.

Pemanfaatan dari Shrilk ini banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada replika balon botol, atau juga untuk balon pantai yang biasa digunakan dalam permainan maupun olahraga di pantai. Untuk bahan plastik lainnya ada juga cable ties sebagai bagian dari perlengkapan keamanan permainan balon pantai.

Para ilmuwan saat ini tidak hanya mencari referensi melalui tumbuh-tumbuhan yang biasanya dijadikan bahan penelitian tetapi saat ini mereka juga sudah mulai mencoba melakukan penelitian melalui binatang. Selain dari udang, para ilmuwan baru-baru ini melakukan penelitian terhadap serangga.


Baru-baru ini para ilmuwan di Wyss Institute for Biologically Inspired Engineering di Harvard University telah berhasil menemukan sebuah material bioplastik yang sangat kuat. Bahannya tidak berasal dari senyawa-senyaawa kimiawi namun berasal dari laba-laba dan udang. Bagian yang diambil sebagai bahan dasar pembuatan bioplastik ini adalah benang dan cangkang udang. Kedua bahan material inilah mengandung fibro protein yang mampu bertahan terhadap reaksi kimiawi. Bahan material yang satu ini dianggap memiliki daya tahan yang sangat tinggi sesuai dengan kebutuhannya.

Menurut para ilmuwan yang bekerja disana mengatakan bahwa material bioplastik yang berhasil mereka ciptakan memiliki kekuatan dan ketangguhan yang sangat baik dan layak disejajarkan dengan aluminium alloy. Bahkan berat Shrilk juga lebih ringan jika dibandingkan dengan aluminium alloy. 

Perbandingannya mencapai separuh berat alumunium alloy. Yang menjadi poin positif dari penemuan ini adalah walaupun Shrilk memiliki kekuatan yang sama dengan alumunium alloy tetapi Shrilk mempunyai kelebihan lain yaitu sifatnya yang lebih elastis. Kelenturan yang dimiliki oleh Shrilk didapatkan hanya dengan proses pengaturan kadar air saat pencampuran bahan material Shrilk dilakukan. Shrilk Adalah Alternatif Bioplastik Terkuat di Dunia.

Tidak hanya untuk keperluan sebagai bahan dasar bioplastik, material baru tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk aplikasi dalam bidang kesehatan, seperti benang yang umum digunakan untuk menjahit luka, tetapi memiliki kekuatan yang jauh lebih besar, serta penutup luka untuk memberikan kulit beregenerasi kembali.

Source : http://dariplastik.com/shrilk-adalah-alternatif-bioplastik-terkuat/

Friday, April 22, 2016

Mengolah Sampah Menjadi Uang

Butuh gadget baru?

Pengolahan sampah yang efektif adalah sinergi dari semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah. Hal ini untuk mengurangi permasalahan sampah yang kian menggunung serta keterbatasan ruang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Berbagai cara pun dilakukan, mulai dari penghematan hingga daur ulang, tapi tetap saja sampah menggunung.

Ada usaha alternatif dan kreatif yang bisa sedikit mengurangi  persoalan sampah.  Ide ini muncul dari bagaimana mengolah sampah agar menjadi uang. Ingin tahu caranya? Gugun Gunawan, penyusun buku Mengolah Sampah Jadi Uang, melirik persoalan sampah ini menjadi celah usaha yang menguntungkan.

Sistem mengolah yang biasa dilakukan ada empat macam, antara lain: reduce, reuse, recycle, serta replace. Dalam bukunya, Gugun mencoba mengenalkan prinsip recycle dengan tujuan yang bermanfaat. Lewat prinsip ini, sebisa mungkin, barang-barang yang sudah tidak berguna didaur ulang lagi. Walaupun tidak semua barang bisa didaur ulang, tetapi sudah banyak industri informal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.



Mengolah sampah plastik adalah sebuah harga mutlak, karena plastik tidak bisa diuraikan oleh tanah. Hal ini bisa mengurangi krisis sampah plastik. Salah satunya adalah mengolah sampah plastik menjadi biji plastik sehingga bisa dimanfaatkan kembali. Secara khusus Gugun, memberikan gambaran soal perkiraan modal, pembiayaan, serta cara mengolahan sampah plastik menjadi suvenir pernikahan.

Gugun juga mendeskripsikan kemungkinkan berkembangnya usaha pengepulan sampah. Dalam bisnis ini, biasanya dikhususkan seusai jenis sampah. Maka kita bisa mengenal adanya bandar plastik, bandar kertas, sampah plastic, botol, atau rongsokan besi. Omset pengepulan sampah ini cukup besar, yaitu Rp25.000.000,- hingga Rp30.000.000,- 

Selengkapnya : http://transmediapustaka.com/15-books/management/61-mengolah-sampah-menjadi-uang