Friday, April 8, 2016

Dampak Buruk Membakar Sampah Plastik

Butuh gadget baru?

Plastik sudah jadi sisi dari kehidupan kita keseharian. Tanpa ada kita sadari, kita sering memakai kantong plastik, botol minuman plastik, dan benda-benda yang terbuat dari plastik yang lain. Hal semacam ini mengakibatkan jumlah sampah plastik di lingkungan kita makin bertambah dari hari ke hari. Diperlukan saat yang begitu lama untuk mengurai sampah plastik dengan cara alami, hingga seringkali orang-orang kita yang melenyapkan sampah plastik lewat cara membakarnya.


Lalu, apakah hal itu aman? Apa dampak membakar sampah plastik pada kesehatan? Nyatanya membakar plastik begitu beresiko untuk kesehatan. Saat kita membakar plastik, tanpa ada kita sadari berlangsung pelepasan zat-zat beresiko ke hawa seperti karbon monoksida, dioksin dan furan, volatil, dan partikel yang lain. Beberapa zat itu begitu riskan untuk badan kita.

Tersebut bakal di jabarkan efek kesehatan dari semasing zat yang dihasilkan dari pembakaran sampah plastik :

Karbon monoksida
Karbon monoksida adalah satu diantara type zat yang begitu beresiko apabila terhirup dalam jumlah banyak. Karbon monoksida mengakibatkan pusing serta sakit kepala. Diluar itu, karbon monoksida bisa menyebabkan masalah pandangan dan penurunan kesadaran.

Dioksin dan furan
Ke-2 zat ini sudah dapat dibuktikan bisa menyebabkan kanker. Zat ini dapat juga mengakibatkan kecatatan janin bila dihirup oleh ibu hamil. Salain itu, dioksin serta furan bisa memengaruhi sistem reproduksi dan hormon pada badan seperti mempercepat pubertas pada anak wanita dan tingkatkan resiko kanker testis pada lelaki. Peneliti sudah lakukan penelitian tentang efek dioksin pada burung. Akhirnya tunjukkan kalau dioksin bisa merubah tingkah laku seksual burung jantan jadi betina. Mungkin saja ini dapat juga berlangsung pada manusia meskipun hal semacam ini butuh di teliti lebih mendalam.

Volatil
Zat ini ini bisa mengakibatkan beragam permasalahan dari mulai kanker sampai permasalahan system saraf. Volatil dapat juga menyebabkan beragam masalah pernapasan seperti iritasi saluran napas, asma, dan penyakit paru-paru kritis.

Lihat tingginya resiko kesehatan yang bisa diakibatkan dengan membakar sampah plastik, pastinya kita mesti menghindar pembakaran sampah baik di ruangan tertutup ataupun di ruangan terbuka. Dampak ini bukan sekedar bisa kita rasakan sendiri, tetapi pastinya juga beresiko untuk beberapa orang di sekitaran rumah kita.

Langkah paling baik yang bisa kita kerjakan adalah kurangi pemakaian bahan plastik seperti yang tengah dikampanyekan oleh pemerintah pada sekian waktu ini. Kurangnya pemakaian plastik bakal turunkan jumlah sampah plastik di lingkungan kita. Diluar itu, kita mesti bijak dalam mengelola sampah plastik. Pisahkan sampah plastik dengan sampah organik untuk menolong beberapa petugas kebersihan mengelola sampah plastik untuk kepentingan daur lagi. Dengan lakukan hal itu, berarti kita perduli pada kesehatan lingkungan dan kesehatan badan kita sendiri.

Selengkapnya : http://www.sehat-bahagia.com/2016/02/tolong-sebar-luaskan-artikel-ini-stop.html

Tuesday, April 5, 2016

Hippoplast, Media Tanam Hidroponik dari Sampah Plastik

Butuh gadget baru?

Membuat polybag dari sampah plastik sudah biasa. Namun, siapa sangka sampah plastik bisa dijadikan media tanam? Adalah Puji Heru Sulistiyono, warga Sleman, yang berhasil memanfaatkan sampah plastik seperti kresek bekas dan tempat air kemasan untuk dijadikan media tanam untuk tanaman hidroponik.

Media tanam yang ia beri nama Hippoplast tersebut mempunyai dua jenis. Jenis pertama berbahan kresek bekas yang dibentuk menjadi bulatan-buatan kecil seperti kelereng. Bulatan-bulatan tersebut direkatkan dengan api kemudian direndam di dalam larutan air dan pupuk (nutrisi). Proses tersebut berlangsung sampai larutan nutrisi terjebak di dalam bulatan-bulatan plastik. Selepas itu, bulatan-bulatan plastik tersebut bisa digunakan sebagai media tanam untuk tanaman hidroponik. Akan tetapi, menurutnya, lebih baik jika Hippoplast tersebut hanya digunakan untuk tanaman hias.

Adapun jenis kedua terbuat dari tutup gelas minuman kemasan atau bungkus makanan ringan yang dipotong memanjang seperti serat-serat. Bahan-bahan tersebut dijadikan semacam sekam arang sintetis yang fungsinya menjebak larutan nutrisi. Sama seperti jenis yang pertama, Puji pun menyarankan supaya Hippoplast ini digunakan untuk tanaman hias saja.

Selengkapnya : http://www.pertanianku.com/hippoplast-media-tanam-hidroponik-dari-sampah-plastik/

Monday, April 4, 2016

Mengolah Limbah Plastik

Butuh gadget baru?

Berdasarkan hasil studi seperti dikutip dari situs resmi pemerintah (menlh.go.id), pola pengelolaan sampah di Indonesia pada tahun 2012 di beberapa kota dengan cara :
1. Pengangkutan dan penimbunan di TPA sebesar 69%
2. Dikubur 10%
3. Didaur ulang dan dikompos 7%, 
4. Dibakar 5 %
5. Sisanya tidak terkelola sebesar 7%
  
Apalagi seperti kita ketahui, sampah plastik merupakan sampah yang paling sulit diuraikan oleh tanah. Selain itu, membakar sampah plastik merupakan metode yang salah karena menimbulkan asap putih yang dapat merusak kesehatan bila terhirup. Oleh karena itu, sebagai salah satu upaya mengurangi dampak jumlah sampah plastik tersebut, diperlukan cara mengolah sampah plastik. 



Cara Pengolahan Limbah Plastik
Setidaknya ada 2 cara pemanfaatan limbah plastik yaitu reuse (pemakaian kembali) atau recycle (daur ulang).

1. Reuse
Umumnya rumah tangga di Indonesia sering memanfaatkan limbah plastik untuk pemakaian kembali.
Seperti wadah cat untuk pot bunga.

2. Recycle
Limbah plastik juga bisa dimanfaatkan untuk membuat produk kerajinan seperti tas. Pemanfaatan limbah plastik daur ulang umumnya dilakukan oleh industri. Proses daur ulang plastik di Industri umumnya meliputi langkah-langkah berikut :
-Sortir (pemilahan sampah)
-Pemotongan (memperkecil ukuran)
-Pencucian 
-Pengeringan (menguapkan air pada suhu tertentu)
-Pemanasan (material dilelehkan pada suhu 200 derajat celcius)
-Penyaringan (Lelehan plastik akan berbentuk silinder panjang kemudian dipotong-otong)
-Pendinginan (material dilewatkan pada air dingin)
-Pencetakan/penggilingan (pencetakan bijih plastik menjadi  lelehan kemudian dibentuk seperti mie berdiameter 4 mm)
-Pembungkusan & pemeriksaan (pembungkusan material kering dalam karung plastik dan diperiksa)
-Produk plastik

Selengkapnya : http://www.ekspedisiilmu.web.id/2015/10/2-cara-mengolah-sampah-plastik.html

Saturday, April 2, 2016

Plastic in Design [Re:story part II]

Butuh gadget baru?

Setelah Prologue tentang sampah plastik, mari kita lihat apa yang bisa dilakukan untuk me-recycle benda ini. Plastik termasuk salah satu material yang lentur dan mudah untuk dimainkan desainnya. Tanpa perlu treatment yang khusus, kita bisa mulai mendesain berbagai macam barang dari material yang satu ini. Dalam skala yang lebih besar, beberapa desainer contohnya Philippe Starck menggunakan material plastik sebagai bahan baku desainnya. 

Bedanya, Phillipe Starck membutuhkan mesin-mesin yang canggih untuk bending bentuk desain furnitur yang dia buat. Butuh banyak kalkulasi, uang dan juga ketelitian dalam hal ini. tak perlu menjadi Phillipe Starck untuk menciptakan karya desain kita dari bahan baku plastik. Cara-cara yang mudah namun tetap dapat menghasilkan desain yang unik bisa kita buat dari material ini. Temukan berbagai macam kejutan menarik tentang desain olahan plastik!

1. My toy is not yours!!
Waktu tidak bisa kembali, maka mari kita lakukan kegiatan produktif untuk menjadikan waktu kita berkualitas. Salah satu caranya dengan mendesain sendiri mainan - mainan unik yang sesuai dengan kepribadian kita. Alternatif ini juga bisa digunakan sebagai ajang aktualisasi diri guys!


2. Fashion Style Sampah
Siapa mengira sampah plastik bisa menjadi alternatif fashion kita? Dengan tangan dingin seorang desainer, berbagai macam clothing dan aksesoris lain tercipta dari material plastik.

From Plastic GO to Bag
Go Green with this colorful plastic bag! Tidak usah lagi menggunakan tas kresek ketika Anda sedang berbelanja, karena dengan tas ini Anda dapat menyimpan belanjaan Anda dengan aman. Tas belanja ini telah didesain lebih menarik dan berwarna. Jika Anda orang yang kreatif, mari membuat tas belanja Anda sendiri. DIY (Do it Your Self) stuff sedang menjadi tren untuk saat ini.



3.Good Goods
Berbagai Ragam Olahan Botol Air Mineral


Pasti tidak ada yang menyangka bahwa sampah plastik dengan segala kerugiannya dapat menjadi alternatif material fabrikasi maupun non fabrikasi. Material ini dapat digunakan hampir disegala jenis bidang usaha. Hidup pada era global warming memang diperlukan kepekaan terhadap alam sekitar dan juga lingkungan kita sehari-hari. Apa yang menjadi sampah ternyata juga bisa menjadi alternatif material menjanjikan. Barang-barang di atas adalah contoh beberapa karya dari desainer yang telah peduli untuk menciptakan green design dengan memanfaatkan material plastik sebagai bahan bakunya. They are rock!!

Selengkapnya : http://nakedplaindesigner.blogspot.co.id/2010/10/plastic-in-design.html



Thursday, March 31, 2016

Keluarga Plastik [Re:story part I]

Butuh gadget baru?

Setelah mengenal berbagai macam 4R (Reduce, Reuse,Recycle, Repair) dari plastik, tidak ada salahnya bagi kita untuk mengenal karakter-karakter dari keluarga plastik. Penggunaan plastik hampir disegala bidang karena sifatnya yang ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan keberlanjutan kehidupan manusia. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.

Apakah arti dari simbol-simbol yang kita temui pada berbagai produk plastik?


1-PETE#1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Boto-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.

Botol-botol air minuman kemasan 300ml yang telihat kuat dan dapat dipakai berkali-kali ternyata termasuk dalam golongan PETE. Padahal masih banyak masyarakat yang tetap menggunakan botol tersebut sehari-hari. Mereka memandang dari segi ekonomis dan efisien. Informasi tentang spesifikasi plastik kurang diperhatikan oleh konsumen. Bahkan ada beberapa anak sekolahan yang menggunakan botol plastik bekas sebagai tempat minum mereka. 

Untuk menghindari hal tersebut, diperlukan sosialisasi tentang spesifikasi plastik dan bahayanya kepada masyarakat luas. Tanda dibuat bukan untuk dilanggar tetapi untuk dipatuhi, jadi untuk produsen dimohon pula lebih memperhatikan material plastik yang digunakan sebagai pembungkus makanan.Karena hal ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan konsumen ke depannya. Jika ingin mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2020, maka mari kita tingkatkan terlebih dahulu pentingnya kesehatan sebagai penyokong berdirinya Indonesia Emas. 


2-HDPE#2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.

Walaupun spesifikasi HDPE lebih tinggi dari PETE, jenis plastik ini masih mudah terurai, apalagi oleh panas. Di dalam plastik terdapat zat kimia yang mengeluarkan zat karsinogenik pemicu kanker. Panas dapat memicu keluarnya zat karsinogenik tersebut. Maka jangan lah sekali-kali menggunakan jenis plastik dengan spesifikasi PETE dan HDPE dan mengisinya dengan air panas.


3-V#3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

PVC biasa digunakan sebagai pelindung dari makanan atau botol. Dari penjelasan di atas kita bisa mengerti bahwa jenis plastik ini yang sangat susah diurai. Maka diperlukan suatu usaha agar PVC tidak merusak lingkungan karena karakternya yang susah untuk diurai. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mendaur ulang jenis plastik ini. Saat ini telah banyak UKM yang memanfaatkan media plastik sebagai ladang usahanya.Saat ini beberapa sekolah juga telah memiliki ekstrakulikuler yang mendukung melakukan aksi hidup hijau. Mereka mengolah plastik-plastik dari softener, sabun pencuci baju, dan bungkus-bungkus lainnya sebagai material pengganti kain untuk tas, baju, jas hujan, dan lain-lain.


Hakikatnya semakin seseorang dewasa, maka kebutuhan paling utamanya adalah aktualisasi diri. Jika Anda termasuk tipe dengan aktualisasi diri yang tinggi, mari mulai menggunakan barang-barang green design seperti tas dan payung di atas. Selain unik dan menarik, Anda bisa jadi mendapat pujian "Oh men, keren banget tu orang concern banget sama global warming". Ya selain semakin terkenal toh memang tidak ada salahnya Anda benar-benar concern terhadap masalah global warming bukan? 
Do not take it as a compliment, take it as your corcern!! :D


4-LDPE#4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.

LDPE adalah jenis plastik yang dapat kita gunakan kembali. Usahakan seminimal mungkin membuang plastik-plastik ber label 4 ini. Plastik-plastik tersebut masih dapat kita manfaatkan sebagai storage mini atau tempat minum. Sebagai desainer, bisa juga kita benar-benar mengolah plastik ini menjadi material utama dalam pembuatan karya kita. Misalnya furnitur yang terbuat dari plastik, mulai sebagai struktur maupun material finishing. Sounds great.. Let's D.I.Y (Do It Yourself)


5-PP#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.

Plastik berlabel 5 sudah memenuhi standar untuk digunakan sebagai tempat makan dan minum bagi keluarga. Walau demikian, kita tetap perlu hati-hati dalam memilih peralatan makan dengan material plastik. Karena walau secara umum spesifikasi diharuskan berlabel 5, namun ada beberapa peralatan makan yang sebenarnya masih berstandar kurang dari seharusnya. Barang-barang tiruan tersebut dapat berbahaya jika kita menggunakannya.


6-PS#6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.

Pola konsumtif sebagian masyarakat Indonesia memaksa penggunaan styrofoam secara berlebih. Styrofoam adalah jenis plastik yang  berbahaya jika digunakan secara terus menerus. Zat karsinogenik yang ada didalamnya dapat memicu sel-sel kanker berlebih pada tubuh. Selain itu styrofoam termasuk susah diuraikan oleh tanah. Oleh karena itu mari kita mendaur ulang styrofoam yang ada di sekitar kita secara cerdas. Because we are designer, let us do the simple way tn our life, creating unique and useful things!!


7-other#7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.

Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita.

Pada akhirnya. Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya. Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang.


Ada satu kisah inspirasi dari seorang teman baik saya. Ketika itu kita sedang asyik berdiskusi tentang berbagai hal hingga di suatu titik dia ingin saya menolongnya untuk memberikan tempat minuman pada seorang gadis pemulung di daerah tempat tinggal saya. Alasannya sederhana: "Waktu itu aku lihat dia minum dari botol bekas 300 ml. Kamu tau kan spesifikasi plastiknya berapa? Satu. Bisa bahaya kalo dipake buat tempat minum". 

Saat itu saya tentu kaget dengan apa yang dia katakan. Karena sesungguhnya saya pun masih menggunakan botol plastik bekas minuman sebagai wadah minum di kos saya. Saat itu saya langsung sadar bahwa seorang mahasiswa pun kurang paham dengan hal-hal seperti ini. Apalagi beberapa orang yang kurang beruntung untuk melanjutkan sekolah mereka. Bapak-bapak becak, para ibu-ibu penjual makanan, dan lain-lain. Oleh karena itu semoga artikel ini dapat menjadi sedikit pengetahuan tentang keluarga plastik dan karakternya agar kita dapat  menginfokannya kepada teman-teman di sekitar kita.

Selengkapnya : http://nakedplaindesigner.blogspot.co.id/2010/10/keluarga-plastik.html

Friday, March 25, 2016

Daur Ulang Sampah Plastik

Butuh gadget baru?

Plastik adalah material yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kemajuan teknologi dan industri membuat aktivitas produksi plastik terus meningkat. Hampir semua produk menggunakan plastik baik sebagai kemasan atau bahan dasar. Material plastik banyak digunakan karena memiliki kelebihan dalam sifatnya yang ringan, transparan, tahan air, serta harganya relatif murah dan terjangkau oleh semua kalangan masyarakat. Segala keunggulan ini membuat plastik digemari dan banyak digunakan dalam hampir setiap aspek kehidupan manusia. Akibatnya, jumlah produksi plastik yang akan menjadi sampah pun terus bertambah.

Menurut Jean-Francois Nobelt (2005 : 4 – 7), Negara-negara berkembang berusaha meningkatkan taraf hidupnya dengan tingkat konsumsi yang tinggi, sehingga mereka membuang banyak sampah. Misalnya saja di Indonesia, sampah yang terbuang setiap harinya saja sekitar 11.330 ton. Padahal di negara-negara maju seperti Afrika, seorang Afrika hanya menghasilkan 17 kg sampah rumah tangga setiap tahunnya. Sampah yang begitu banyak membuat dunia kita menjadi rusak dan kemudian terjadi penyakit dimana-mana. Seperti pada Abad Pertengahan, sampah dibuang ke jalan dan sungai sehingga menimbulkan bau tidak sedap dan meningkatkan resiko penularan penyakit, seperti pes. Tentunya kita tidak ingin hal itu terjadi lagi bukan?

Kurangnya kesadaran akan limbah dan tingkat konsumsi masyarakat serta aktivitas lainnya yang semakin bertambah mengakibatkan sampah terus menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sampah yang umum ditemukan di TPA antara lain botol minuman, deterjen, dan kantong plastik. Sampah-sampah yang kurang menarik tersebut membuat kita enggan melihat bahkan meliriknya. Padahal jika kita mau berusaha sedikit, sampah-sampah tersebut dapat menjadi peluang usaha. Bahkan jika kita mau mengolahnya dengan benar, usaha ini dapat menjadi sumber daya. 

Akibat begitu banyaknya sampah di lingkungan, kita jadi bertanya-tanya. Bagaimanakah cara untuk mengurangi sampah? Apakah ada persyaratan agar sampah dapat diproses? Apa yang dapat kita olah dari sampah? Bagaiman cara mengolah sampah tersebut? Dan, bagaimana cara mengelola usaha tersebut agar sukses? Maka, disini akan dipaparkan jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Begitu juga dengan tip dan trik agar usaha daur ulang sampah plastik dapat terus berkembang dan sukses.

Pengelolaan sampah plastik perlu dilakukan untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh. Alternatif-alternatif yang dapat kita lakukan berkaitan dengan pengelolaan sampah adalah sebagai berikut:
a. Reduce (mengurangi)
b. Reuse (menggunakan kembali)
c. Recycle (mendaur ulang)
d. Replace (mengganti)

Alternatif-alternatif reduce dan reuse tidak selamanya dapat bertahan karena pada saatnya nanti hasil dari tindakan reduce dan reuse adalah sampah plastik tersebut dibuang. Maka sebagai alternatif akhirnya sampah plastik tersebut harus didaur ulang. Proses pendaurulangan sampah plastik dapat dilakukan sebagai berikut:
a. Memisahkan material sampah plastik dengan material sampah lainnya,
b. Sampah plastik dipotong-potong agar mudah dalam proses pengolahannya,
c. Potongan-potongan sampah plastik dicuci, dan
d. Setelah dicuci, sampah-sampah plastik digiling agar menjadi biji plastik.

Biji plastik yang telah kita proses dapat dijadikan usaha daur ulang sampah plastik baik berupa bahan baku setengah jadi (biji plastik) maupun suvenir. Pengelolaan usaha daur ulang sampah plastik harus terencana baik dalam modal, pembiayaan, tenaga kerja, tempat produksi, dan cara menyalurkan/mendistribusikan produk daur ulang. Berikut tip dan trik yang bisa kita praktikkan agar usaha daur ulang sampah plastik dapat terus berkembang dan menjadi semakin besar.



Selengkapnya : https://ridhographis.wordpress.com/2015/05/27/17/

Monday, March 21, 2016

Peluang Usaha Emas dari Nol, Dengan Daur Ulang Sampah

Butuh gadget baru?

Sampah kerap menjadi masalah terutama di kota-kota besar, sampah dituding sebagai biang keladi kerusakan lingkungan dan berbagai sumber penyakit. Rata-rata manusia membuang 1 kilogram sampah setiap hari. Kebanyakan berupa sampah plastik dan streofrom, padahal kedua jenis sampah ini sulit untuk terurai. Plastik misalnya butuh waktu hampir satu abad supaya plastik bisa terurai sempurna oleh alam.

Bisa dibayangkan seperti apa kerusakan yang ditimbulkan bila sampah plastik tidak dikelola dengan baik. Ditangan muhammad baeduwy, sampah bisa diubah jadi rupiah. Tentu bukan dengan bukan sulap atau dengan sihir, namun dengan teknologi daur ulang sampah.

Muhammad Baeduwy memulai usaha 14 Tahun yang lalu. Ia mengakui ingin jadi pengusaha sejak kecil. Namun, Ia bingung harus memilih usaha apa. Ia ingin memiliki usaha yang murah dan tidak banyak orang yang tertarik. Akhirnya Pilihan Usaha jatuh ke usaha sampah yang ia tekuni sampai sekarang. Ia juga mengatakan bahwa siapa yang mau usaha sampah pada saat modern ini.



Selengkapnya : http://www.undercover.co.id/peluang-usaha-emas-dari-nol-dengan-daur-ulang-sampah/